0
News
    Home Bahlil Lahadalia BBM Idul Fitri Lebaran

    Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik sampai Idulfitri - Kompas TV

    3 min read

     

    Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik sampai Idulfitri

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan kepada wartawan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

     

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik sampai Hari Raya Idulfitri 1447 H.

    Dia mengaku telah membahas perihal BBM bersubsidi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

    Hal itu disampaikan Bahlil sebelum mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    “Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya (Idulfitri) insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa,” ucap Bahlil, dikutip dari Antara.

    Baca Juga: 2 Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Bahlil: Masih Negosiasi, Insyaallah Selesai

    “Jadi, negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi ya.”

    Terpisah, Menkeu Purbaya mengatakan ketersediaan anggaran untuk subsidi BBM di bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, masih aman.

    “Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 (dolar AS per barel) asumsi kita,” ucapnya.

    “Ini kan baru beberapa hari saya. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb.”

    Di samping itu, Purbaya meyakini harga minyak mentah dunia masih akan fluktuatif.

    “Itu bisa naik, bisa turun cepat loh. Jadi, kita lihat, pastikan, betul enggak naik, betul enggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik, ya sudah kita bisa antisipasi naik terus. Ini kan enggak. (Harga, red.) naik, tiba-tiba turun lagi,” katanya.

    “Nanti kalau harga minyak turun, kita ubah lagi, repot kan. Jadi, menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibandingkan dengan merespons gerakan saham.”

    Baca Juga: Komut Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM untuk Mudik Idulfitri 2026

     


    Komentar
    Additional JS