Bahlil: Stok BBM Aman, Warga Tak Perlu Panic Buying - Tirto
Bahlil: Stok BBM Aman, Warga Tak Perlu Panic Buying
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut stok BBM nasional dipastikan aman untuk 21-25 hari dan terus terisi.


tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan perang Amerika Serikat-Israel yang menyerang Iran. Bahlil menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan pasokan impor dari Asia Tenggara tetap berjalan normal.
Bahlil bilang, stok BBM yang terdapat di fasilitas penyimpanan (storage) memang hanya cukup untuk 21-25 hari. Namun, seiring dengan masih terus berjalannya industri minyak dan gas domestik, kapasitas penyimpanan itu akan terus terisi.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying, karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dgn 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita. Tapi, itu kan dia pergi dan datang lagi. Industri kita jalan terus dan impor kita nggak ada masalah," jelas Bahlil, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, yang dipasok Indonesia dari negara-negara eksportir minyak di Timur Tengah adalah minyak mentah alias crude oil. Sedangkan, minyak jadi atau Bahan Bakar Minyak (BBM) dipasok dari negara eksportir lainnya yang berada di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia.
Karena itu, pasokan BBM dalam negeri akan semakin terjaga.
"Di Timur Tengah itu kita cuma impor crude, minyak mentahnya. Sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi, harusnya nggak perlu ada sampai begitu, ya [panic buying]," tambah Bahlil.
Sementara itu, ketakutan akan menipisnya pasokan BBM terjadi seiring gangguan yang terjadi Selat Hormuz pasca meletusnya perang AS-Israel dan Iran lebih dari sepekan yang lalu. Karena perang itu pula, banyak fasilitas produksi atau penyimpanan minyak milik Iran yang terkena serangan AS dan Israel. Pun, sebaliknya.
Bahkan, harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel pada perdagangan kemarin. Meski begitu, hari ini harga minyak tercatat mengalami penurunan hingga lebih dari 6 persen.
"Kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dolar per barel dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barel per day, sekitar 80-90 dolar. Jadi, memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali. Itu mungkin yg kita bahas [dalam rapat terbatas di Istana sore ini]," lanjut Bahlil.