Belum Lebaran, Nenek Sumarti Syok Lihat Lemari usai Salat Tarawih, Harta Rp 20,7 Juta Lenyap - Tribunnews
Belum Lebaran, Nenek Sumarti Syok Lihat Lemari usai Salat Tarawih, Harta Rp 20,7 Juta Lenyap
Nenek Sumarti hanya bisa lemas melihat pintu dan lemari kamarnya yang rusak dan terbuka setelah ditinggal salat tarawih.
Ringkasan Berita:
- Nenek Sumarti dimalingi ketika dirinya menunaikan salat di masjid
- Lansia tersebut kaget bukan main ketika melihat pintu rumah dan lemarinya rusak
- Belum lebaran, harta sebesar Rp 20,7 juta lenyap seketika
TRIBUNJATIM.COM - Belum saja lebaran, Nenek Sumarti di Dusun Legundi, Desa Krikilan, Kabupaten Gresik alami keapesan luar biasa.
Setelah menunaikan ibadah salat isya dan tarawih, Nenek Sumarti pulang ke rumah.
Betapa syoknya lansia berusia 68 tahun tersebut melihat pintu dan lemari baju tempatnya menyimpan harta.
Nenek Sumarti hanya bisa termenung lalu melaporkan kondisinya itu ke Kepolisian Sektor Driyorejo.
Maling beraksi
Pembobolan rumah kembali terjadi di wilayah Gresik selatan.
Aksi maling beraksi menimpa korban Sumarti (68) di Dusun Legundi, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Rabu (25/2/2/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi pada Hari Rabu tanggal 25 Februari 2026 sekira pukul 19.00 WIB.
Korban adalah seorang lansia bernama Sumarti yang saat itu sedang menunaikan ibadah salat.
Sumarti tengah keluar dari rumahnya untuk salat isya dan tarawih di Mushola Al-huda di Dusun Legundi.
Sumarti mendadak syok bukan main saat korban pulang ke rumah sekira pukul 20.00 Wib.
"Pada saat korban masuk ke rumah dan pintu kamar sudah terbuka dan rusak, kemudian korban melihat pintu lemari juga sudah rusak dan kondisi isi bajunya sudah berantakan," ujar Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram.
Rugi Rp 20,7 juta
Diketahui, setelah mengecek keberadaan kedua perhiasan, ternyata barang yang dibawa maling adalah perhiasan emas.
Maling tersebut mengambil perhiasan satu gelang setengah rantai dan plat seberat 15 gram dari toko emas Rejeki.
Perhiasan satu kalung polos dan liontin seberat 6 dari toko emas Semar, dan uang berjumlah Rp 700 ribu, yang berada didalam dompet sudah hilang.
Atas kejadian tersebut korban Sumarti mengalami kerugian kurang lebih Rp Rp.20.700.000,- selanjutnya melaporkan kepada Kepolisian Sektor Driyorejo untuk penyelidikan lebih lanjut.
Petugas langsung mendatangi lokasi rumah korban melakukan olah TKP dan menggali keterangan.
"Saat ini masih dalam penyelidikan," imbuhnya.

Aksi maling saat salat tarawih
Ternyata nasib apes tidak hanya menimpa Nenek Sumarti.
Dua pria terekam CCTV mencuri motor milik bos toko parfum di Surabaya.
Peristiwa ini tepatnya terjadi di teras toko kawasan Jalan Lakarsantri, Surabaya, pada Selasa (24/2/2026) malam.
Rekaman video tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram (IG) @viral_forjustice dan viral di media sosial.
Pelaku berjumlah dua orang beraksi secara berkomplot.
Baca juga: Berboncengan dan Pakai Jas Hujan, Komplotan Maling Curi Motor Karyawati Kafe di Surabaya
Seorang pelaku eksekutor tampak memakai pakaian kemeja lengan panjang warna biru, bercelana panjang warna biru, bersandal jepit, dan bertopi.
Sedangkan temannya yang bertindak sebagai joki motor sarana aksi tampak memakai kaus oblong lengan panjang warna hijau, bercelana pendek, bersandal jepit, dan bertopi.
Saat melihat area teras toko parfum terpantau sepi, si pelaku eksekutor berusaha menjebol lubang kunci kontak motor menggunakan tuas yang disimpannya dalam saku celana.
Jika dihitung durasi waktu selama beraksi dengan mendatangi lokasi pertama kali, lalu menjebol lubang kunci, dan membawa kabur motor dengan cara mendorongnya, mereka cuma membutuhkan waktu tak lebih dari 18 detik.
Usut punya usut, aksi pencurian motor Honda Beat bernopol L 4792 DAZ itu terjadi saat para penghuni toko yang bagian belakang bangunan terhubung dengan rumah tempat tinggal sedang menunaikan ibadah Salat Tarawih.
Juragan toko parfum Nawira (28) menceritakan, motor tersebut sebenarnya tercatat dalam STNK menggunakan namanya, namun selama ini kerap dipakai oleh kakaknya yang berinisial QS (38).
Aksi pencurian tersebut terjadi saat seluruh penghuni rumah sedang menunaikan ibadah Salat Tarawih sekitar pukul 19.30 WIB.
Namun, kondisi toko parfum tetap dibuka.
"Kepantau CCTV-nya pas orang-orang itu tarawih. Terus pas ponakan saya mau keluar mau jaga sini, tiba-tiba sepedanya sudah diambil. Sudah enggak ada. Dikunci setir," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di tokonya pada Kamis (26/2/2026).
Menurut Nawira, jumlah pelaku dua orang. Mereka berdua berusia kisaran 40-an tahun dan diperkirakan sebagai spesialis pencurian motor karena cuma membutuhkan waktu singkat saat mencuri motor.
"Pelakunya dua orang. Pelakunya langsung masuk. Sudah dilaporkan ke Polsek Lakarsantri. Kerugiannya Rp13 juta," ungkapnya.
Bahkan, ia tak menampik jika para pelaku sudah sempat mengintai situasi tokonya sehari sebelum kejadian.
Karena Nawira sempat melihat wajah si pelaku eksekutor tampak berdiri di depan tokonya berlagak menelepon seseorang.
"Pelakunya kayaknya saya pernah melihat kayak telepon-teleponan di sini, cuma saya enggak curiga. Tak kirain cuma orang telepon. Ternyata besok langsung nyuri di sini. Langsung nyuri motor kakak saya," jelasnya.
Mengenai pengalaman menjadi korban pencurian motor, Nawira mengungkapkan kejadian pencurian motor yang menimpa keluarganya kali ini merupakan peristiwa ketiga.
Pada tahun 2022 silam, motor milik kakaknya QS juga hilang dicuri saat diparkir di rumah orang tua Jalan Lakarsantri.
Bahkan, masih di tahun yang sama, motor miliknya pribadi dicuri maling saat diparkir di rumah kawasan Jalan Manukan.
"Dulu pernah, cuma dulu kan memang enggak ada CCTV-nya, sekarang baru kepantau. Korbannya kakak saya. Kejadian tahun 2022 sudah lama. Iya, saya juga pernah kehilangan tapi di rumah saya di Jalan Manukan, pas corona tahun 2022 juga," ungkapnya.
Oleh karena itu, Nawira berharap kasus pencurian motor yang menimpa keluarganya kali ini dapat segera diselidiki hingga para pelaku berhasil ditangkap agar tidak lagi ada warga atau masyarakat yang menjadi korban pencurian motor.
"Harapannya sudah ditangani kepolisian. Semoga polisi cepat menindaklanjuti maling-maling sepeda motor itu. Biar enggak panjang lagi ceritanya, enggak ada korban-korban selanjutnya," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Satreskrim Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025 dalam Analisis dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025 pada Rabu (31/12/2025).
Jumlah kasus tercatat sekitar 600 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Sedangkan jumlah tersangka yang berhasil ditangkap sejumlah 472 orang.
Polrestabes Surabaya senantiasa berkomitmen menindaklanjuti dan menyelidiki setiap laporan yang masuk dari masyarakat, terutama kasus curanmor.
Bahkan, Polrestabes Surabaya juga memastikan motor hasil curian para pelaku yang berhasil ditemukan dalam sebuah penyelidikan bakal diserahkan secara gratis kepada para korban.
Guna melancarkan program pelayanan pengembalian motor hasil curanmor, Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor.
Agenda Bazar Ranmor tersebut telah berlangsung selama dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Sesi pertama pada tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada tanggal 26 hingga 30 Januari 2026.
Bazar tersebut menjadi ruang untuk memfasilitasi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Masyarakat cukup datang ke Mapolrestabes Surabaya dengan membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang. Masyarakat bisa memeriksa dan mengambil motor secara langsung.
Selama berlangsungnya bazar tersebut, sudah ada puluhan unit motor hasil pengungkapan kasus pencurian yang telah diserahkan kepada pemiliknya.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com