0
News
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Makan Bergizi Gratis Sekolah Daring Spesial Tekno

    BGN Bantah Siswa Disuruh Ambil MBG di Sekolah jika Ada Pembelajaran Daring - Kompas TV

    3 min read

     

    BGN Bantah Siswa Disuruh Ambil MBG di Sekolah jika Ada Pembelajaran Daring

    Petugas menyiapkan telur rebus untuk paket Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/2/2026). (Sumber: Jessica Wuysang/Antara)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya membantah rumor siswa akan disuruh mengambil menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah jika pembelajaran daring diterapkan.

    Sony Sanjaya menegaskan, rumor tersebut tidak benar atau hoaks.

    Menurut Sony, BGN sejauh ini belum membahas petunjuk teknis penyaluran MBG dalam situasi pembelajaran daring.

    "Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," kata Sony Sanjaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

    Sony menyebut pelaksanaan MBG sejauh ini masih berlaku dengan penyaluran ke sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.

    Baca Juga: Pemerintah Suspend 1.030 SPPG, Prabowo: Yang Kita Lakukan adalah Sertifikasi untuk MBG

    Lebih lanjut, Wakil Kepala BGN itu mengimbau masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Menurutnya, BGN senantias menyampaikan kebijakan resmi melalui kanal komunikasi yang kredibel.

    Sony juga menyebut BGN berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar. 

    Baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.

    "Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," kata Sony Sanjaya dikutip Antara.

    Sebelumnya, pemerintah sempat mewacanakan pembelajaran daring dalam rangka hemat BBM usai harga minyak dunia melambung akibat perang AS-Israel di Iran.

    Wacana tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayanti menegaskan pembelajaran daring tidak efektif bagi siswa.

    "Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti Wijayanti.

    Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR Soroti Wacana Pembelajaran Daring Anak Sekolah, Sebut Kurang Efektif


    Komentar
    Additional JS