Bisa Datang Diam-Diam, Dokter Ungkap Gejala Kanker Ginjal, Penyakit Vidi Aldiano Sebelum Meninggal - Tribunnews
Bisa Datang Diam-Diam, Dokter Ungkap Gejala Kanker Ginjal, Penyakit Vidi Aldiano Sebelum Meninggal
Kepergian penyanyi Vidi Aldiano membuat orang disuguhi fakta ada kanker ginjal yang merengutnya. Penyakit apa itu, dan bagaimana gejalanya?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:Kepergian penyanyi Vidi Aldiano membuat orang disuguhi fakta ada kanker ginjal yang merengutnya. Penyakit apa itu, dan bagaimana gejalanya? Dokter menjelaskan penyakit ini datang diam-diam dengan gejalan yang tak disadari.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Beberapa waktu terakhir, tanah air berduka dengan kepergian penyanyi Vidi Aldiano.
Selama lebih dari enam tahun, Vidi menjalani perjalanan panjang menghadapi penyakit tersebut.
Baca juga: Ratapan Pilu Harry Kiss Ayah Vidi Aldiano Jelang Lebaran, Bayangkan Momen Foto Keluarga Tak Lengkap
Setelah kepergiannya, masyarakat mulai bertanya-tanya tentang kanker ginjal, penyakit yang sebelumnya jarang dibicarakan.
Bagi sebagian orang, ginjal mungkin bukan organ yang sering dipikirkan dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak orang baru menyadari pentingnya organ ini ketika sudah muncul keluhan kesehatan.
Padahal, ginjal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Mulai dari menyaring racun hasil metabolisme, mengatur keseimbangan cairan, hingga membantu produksi hormon yang berkaitan dengan pembentukan sel darah merah.
Karena fungsinya yang kompleks itulah, gangguan pada ginjal dapat berdampak besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apa Itu Kanker Ginjal?

Dalam dunia medis, kanker merupakan bentuk tumor ganas yang tumbuh secara abnormal dan dapat merusak jaringan tubuh di sekitarnya.
Dokter Spesialis Urologi dari RS Indriati Solo Baru dr. Wibisono, Sp.U, menjelaskan bahwa kanker ginjal terjadi ketika sel pada organ ginjal tumbuh secara tidak normal dan berkembang secara cepat.
“Kalau kanker ginjal ya artinya pertumbuhan dari sel ginjal yang tumbuhnya cepat dan merusak,"ungkapnya pada live streaming Healthy Talk pada kanal YouTube Tribun Health, Senin (16/3/2026).
Sel-sel yang tumbuh secara tidak terkendali tersebut dapat merusak jaringan ginjal dan bahkan menyebar ke organ tubuh lain jika tidak ditangani dengan baik.
Organ Penting yang Sering Tak Terasa Saat Bermasalah
Berbeda dengan organ seperti jantung atau otak yang gangguannya sering langsung terasa, ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas ketika mulai mengalami masalah.
Misalnya, seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya langsung merasakan nyeri dada yang hebat.
Begitu pula dengan stroke yang menimbulkan keluhan mendadak pada tubuh.
Namun pada gangguan ginjal, gejalanya bisa muncul secara perlahan dan tidak khas.
Inilah yang membuat banyak orang tidak menyadari adanya gangguan pada ginjal sampai kondisinya sudah cukup serius.
Gejala Awal yang Kerap Dianggap Sepele
Salah satu tanda awal yang paling sering muncul pada kanker ginjal adalah adanya darah dalam urine.
“Yang paling awal sebenarnya biasanya hematuria atau yang kita sebut sebagai kencingnya keluar darah itu kejala paling awal,"kata dr Wibisono.
Kondisi ini dikenal dengan istilah hematuria
Dalam beberapa kasus, darah pada urine terlihat jelas oleh mata.
Namun pada kasus lain, darah hanya bisa terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, penderita juga dapat merasakan nyeri di bagian pinggang.
Keluhan ini sering kali disalahartikan sebagai sakit punggung biasa, gangguan otot, atau bahkan masalah lambung seperti GERD.
Padahal, lokasi ginjal berada di bagian belakang tubuh, sejajar dengan tulang rusuk bagian bawah.
Karena itu, nyeri di area pinggang terkadang bisa menjadi tanda adanya masalah pada ginjal.
Seiring perkembangan penyakit, gejala lain juga bisa muncul seperti rasa tidak nyaman di pinggang, munculnya benjolan, demam, hingga penurunan berat badan.
Jangan Abaikan Kencing Berdarah
Dokter mengingatkan bahwa kencing berdarah adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan, bahkan jika hanya terjadi sekali.
“Apapun itu kalau kencing darah harus diperiksakan,”lanjutnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai penyakit.
Mulai dari infeksi saluran kemih, batu ginjal, sumbatan pada saluran kemih, hingga kemungkinan kanker.
Dalam beberapa kasus, darah dalam urine bisa muncul secara hilang timbul.
Ketika gejala itu menghilang, sebagian orang mungkin menganggap masalahnya sudah selesai.
Padahal, kondisi tersebut tetap perlu diperiksa secara medis untuk memastikan penyebabnya.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini, dokter menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pemeriksaan tersebut dapat mencakup tes darah rutin, pemeriksaan fungsi ginjal, serta pemeriksaan urine.
Selain itu, pemeriksaan pencitraan seperti USG perut juga dapat membantu melihat kondisi ginjal secara lebih jelas.
USG biasanya menjadi pemeriksaan awal karena prosedurnya relatif sederhana dan tidak menimbulkan paparan radiasi.
Jika ditemukan kelainan, barulah dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan metode lain seperti CT scan.
Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal.
Semakin cepat penyakit ini diketahui, semakin besar peluang pengobatan yang dapat dilakukan.