0
News
    Home Berita Campak Featured Kesehatan Menkes Spesial

    Menkes Sesalkan Maraknya Narasi Antivaksin Saat Kasus Campak Banyak Ditemukan di Indonesia - Tribunnews

    4 min read

     

    Menkes Sesalkan Maraknya Narasi Antivaksin Saat Kasus Campak Banyak Ditemukan di Indonesia

    Menkes Budi Gunadi Sadikin menyesalkan maraknya narasi antivaksin di tengah banyaknya kasus campak yang ditemukan di Indonesia.

    Ringkasan Berita:
    • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyesalkan maraknya narasi antivaksin.
    • Narasi ini muncul di tengah banyaknya kasus campak yang ditemukan di Indonesia.
    • Ditegaskan imunisasi menjadi upaya untuk menyelamatkan anak-anak dari risiko tinggi akibat campak yaitu kematian.

     

     

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyesalkan maraknya narasi antivaksin di tengah banyaknya kasus campak yang ditemukan di Indonesia.

    Ia menegaskan, imunisasi menjadi upaya untuk menyelamatkan anak-anak dari risiko tinggi akibat campak yaitu kematian.

    Baca juga: Dokter Piprim Cerita Tak Ada Pemberitahuan Mutasi hingga Berujung Dipecat Menkes Budi Gunadi

    Dilaporkan juga, sejumlah anak meninggal karena komplikasi campak tanpa riwayat vaksinasi MR (campak rubella).

    "Aduh ngapain buang waktu untuk menjelek-jelekan imunisasi. Imunisasi itu menyelamatkan nyawa. Yang meninggal karena campak sudah ada puluhan, gara-gara anaknya tidak diimunisasi padahal imunisasinya efektif," kata dia saat ditemui di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/3) 

    Mantan dirut Bank Mandiri ini menyayangkan, ada pihak-pihak yang terus menyebarkan info-info bahwa vaksin berbahaya dan menimbulkan efek jangka panjang.

    Kemenkes memastikan vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional aman dan sudah teruji ilmiah baik di Badan POM dan WHO.

    Baca juga: Tak Perlu Ragu! Lindungi Anak dengan Vaksinasi Campak, Stok Melimpah dan Teruji Aman

    Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. 

    "Program imunisasi ini bagus untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Indonesia. Tolong jangan menyebarkan berita-berita yang malah mendorong agar ibu-ibu tidak memberikan vaksin kepas anak-anak," ungkap Budi.

    Kampanye antivaksin yang marak di media sosial diantaranya adalah informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis.

    Selain itu, banyak narasi yang menyebutkan bahwa efek samping vaksinasi bisa menyebabkan kecatatan.

    Berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella.

    Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.

    Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

    Meski demikian, Kemenkes mencatat bahwa tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.


    Komentar
    Additional JS