BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman Selama Arus Balik Lebaran 2026 - Kompas

Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga di seluruh Indonesia selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hingga 22 Maret 2026, cadangan BBM nasional disebut berada pada level aman, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Distribusi dari terminal BBM milik Pertamina ke jaringan SPBU juga berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan, pemerintah menjamin ketersediaan energi selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Baca juga: Arus Balik Lebaran: Volume Kendaraan Tol Jateng ke Jakarta Melonjak 97 Persen

"Sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya," kata dia dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).
"Monitoring kualitas juga rutin dilakukan, dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman," lanjutnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Di sisi lain, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, beserta jajaran juga melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal, termasuk di sejumlah titik strategis jalur arus balik.
Secara khusus, tinjauan dilaksanakan di SPBU 149B dan SPBU 125B ruas Tol Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi), Kabupaten Bandung Barat.
“Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya serta Jawa wilayah selatan yang melakukan perjalanan, baik itu arah Bandung maupun Jakarta. Semua produk BBM tersedia,” ujar Wahyudi.
Baca juga: Mobil Bermasalah, Ini Aturan Berhenti Saat One Way di Jalan Tol

Berdasarkan pemantauan selama periode libur Lebaran, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di lokasi tersebut meningkat sekitar 5 hingga 10 persen.
Sementara konsumsi Biosolar mengalami penurunan sekitar 30 persen seiring adanya pembatasan operasional kendaraan berat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang