Pertamina Siagakan Layanan Antar BBM ke Lokasi Macet Jalur Pantura - Kompas

Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memastikan pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) tak perlu khawatir kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kemacetan.
Perusahaan pelat merah itu menyiagakan layanan antar BBM langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet selama periode mudik Lebaran 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di jalur non-tol Pantura sebagai bagian dari langkah antisipasi lonjakan kendaraan.
"Kami menyiagakan Layanan Motoris atau Pertamina Delivery Service yang siap mengantarkan BBM dalam kemasan langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet," ujar Baron dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Hingga Arus Balik
Selain layanan antar BBM, Pertamina juga memastikan seluruh infrastruktur energi di sepanjang jalur Pantura dalam kondisi siaga.
Mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur kritikal dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Langkah ini dilakukan mengingat jalur Pantura masih menjadi pilihan utama pemudik, khususnya pengguna sepeda motor dan kendaraan roda empat yang tidak melalui jalan tol.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengisi penuh tangki BBM sebelum perjalanan serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan demi kenyamanan selama mudik.
"Kami berharap masyarakat bijak menggunakan energi, BBM dan elpiji, sesuai kebutuhan," kata Baron.
Tak hanya memastikan pasokan energi, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan di sejumlah SPBU.
Salah satunya pada SPBU Muri di Tegal, Jawa Tengah, yang memiliki fasilitas lengkap seperti toilet, mushala, kolam renang, penginapan, hingga pusat oleh-oleh yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
SPBU ini disebut Muri lantaran pernah masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 2008, karena memiliki 107 toilet yang terdiri dari 31 toilet wanita, 11 toilet pria, dan 40 urinoir.
Menurut Baron, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk tidak hanya melayani kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui jalur mudik.
"Pertamina ingin keberadaan SPBU dan mitra binaan dapat memberikan dampak nyata bagi warga lokal. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif," kata dia.
Di luar SPBU, Pertamina turut menyediakan tempat istirahat bernuansa wisata dan budaya, seperti Danau Cinta Eco Resort di Karawang, Jawa Barat.
Kawasan ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari yang menyulap danau menjadi tempat singgah dengan edukasi energi baru terbarukan (EBT).
Sarana pembelajaran EBT yang bisa dinikmati oleh pengunjung seperti panel surya (solar panel), hydro fuel atau sistem berbasis hidro yang merujuk pada pemanfaatan air (micro hydro) sebagai sumber energi bersih untuk mendukung fasilitas wisata dan kebutuhan masyarakat setempat.
"Danau ini awal mulanya mati dan terbengkalai," ujar Manajer Danau Cinta Eco Resort, Enjang Ramdani.
Di sisi lain, pemudik juga dapat menikmati fasilitas kafe binaan Pertamina, We Coffee and Tea, di Batang, Jawa Tengah, yang menyediakan kopi lokal dan pendampingan kepada lebih dari 1.000 petani.
Adapun kopi yang dibudayakan antara lain Arabica, Robusta, dan Liberica.
Baca juga: Jelang Lebaran, Pertamina Pangkas Harga Avtur di Indonesia Timur
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang