0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial Tasikmalaya

    Cerita Wanita Tasikmalaya Harus Makan Lewat Selang, Berawal dari Sakit Tenggorokan - detik

    3 min read

     

    Cerita Wanita Tasikmalaya Harus Makan Lewat Selang, Berawal dari Sakit Tenggorokan



    Jakarta -

    Seorang perempuan di Tasikmalaya, Jawa Barat bernama Esti Ernawati (28) menceritakan pengalamannya mengidap kondisi langka akalasia dan hanya bisa makan lewat selang nasogastric tube (NGT). Kisahnya itu viral di media sosial Instagram sejak dibagikan di akunnya @estyernawaty.

    Akalasia merupakan kondisi gangguan menelan yang memengaruhi saluran esofagus. Adanya gangguan pada saraf membuat otot esofagus sulit mendorong makanan dan cairan masuk ke lambung.

    Esti mengungkapkan kondisi ini memang termasuk langka. Kondisi ini diperkirakan dialami oleh sekitar 1:100.000 orang.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ketika berbincang dengan detikcom, Esti mengungkapkan kondisi tersebut pertama kali dialaminya pada tahun 2019. Ia pergi ke rumah sakit karena mengalami beberapa gejala, salah satunya rasa nyeri di kerongkongan.

    "Di tahun 2019, awalnya saya merasakan sakit di kerongkongan, asam lambung keluar berlebih, sulit menelan, dan perih di lambung," cerita Esti pada detikcom, Minggu (29/3/2026).

    Setibanya di salah satu rumah sakit di Tasikmalaya, Esti menjalani pemeriksaan esofagografi agar dokter bisa melihat kondisi esofagusnya. Hasilnya, dokter menemukan penyempitan keronkongan bagian bawah yang membuat makanan tidak bisa masuk ke lambung.

    Setelah melakukan serangkaian rujukan dan prosedur, pada tahun 2024 dokter menyarankan Esti untuk melakukan pemasangan selang NGT. Ini dilakukan agar Esti bisa tetap mendapatkan nutrisi, terlebih kondisinya terus menurun.

    "Disarankan oleh dokternya untuk pasang selang NGT untuk makan, karena pada saat itu berat badan Esti menyentuh angka 36 kg, akibat dari kekurangan nutrisi," kata Esti.

    Esti mengungkapkan dokter menyarankannya untuk melanjutkan tindakan dengan operasi Peroral Endoscopic Myotomy (POEM). Namun, pada saat ini ia masih mengumpulkan dana dan donasi, agar nantinya bisa melanjutkan operasi.

    "Sejak saya sakit saya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dikarenakan kondisi Esti yang sangat lemah," tandas Esti.

    (avk/kna)

    Komentar
    Additional JS