0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Pertamina Selat Hormuz Spesial

    Dapat Lampu Hijau Iran, Pemerintah Gerak Cepat Amankan 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz - Tribunnews

    6 min read

     

    Dapat Lampu Hijau Iran, Pemerintah Gerak Cepat Amankan 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz


    Pemerintah gerak cepat amankan jalur 2 kapal Pertamina di Selat Hormuz setelah dapat lampu hijau Iran. Simak strategi ketahanan energi RI!

    Ringkasan Berita:
    • Progres Diplomasi: Indonesia berhasil mendapatkan izin pelintasan dari otoritas Iran untuk dua kapal tanker Pertamina di tengah blokade Selat Hormuz.
    • Fokus Keselamatan: Koordinasi intensif antara Kemenlu, Kementerian ESDM, dan PIS difokuskan pada perlindungan awak kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro.
    • Ketahanan Energi: Presiden Prabowo menginstruksikan diversifikasi impor minyak mentah dari luar Timur Tengah sebagai langkah strategis jangka panjang.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengoordinasikan pelintasan dua kapal tanker milik Pertamina agar dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.

    Langkah ini diambil menyusul situasi geopolitik di kawasan tersebut yang tengah mengalami blokade oleh Iran akibat eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

    Diplomasi Intensif dan Jaminan Keselamatan

    Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengonfirmasi bahwa Pemerintah Iran telah memberikan "lampu hijau" atau respons positif bagi kapal berbendera Indonesia untuk melintasi jalur strategis tersebut.

    Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan sejak awal melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran.

    "Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," ujar Nabyl di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

    Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan muatan energi menjadi prioritas tertinggi dalam koordinasi antar-lembaga ini.

    "Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," ujar Anggia.

    Kesiapan Teknis Pertamina International Shipping

    Menindaklanjuti progres diplomasi tersebut, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping (PIS), kini tengah melakukan finalisasi aspek administratif dan teknis. Dua kapal tanker raksasa yang menjadi fokus utama adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, meminta dukungan masyarakat agar proses pelintasan ini berjalan tanpa kendala.

    "Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya," tuturnya.

    Baca juga: Hormuz Terkunci! Manuver Prabowo ke Jepang-Korsel Pasca-Perang Iran Terungkap: Misi Darurat Energi!

    Strategi Diversifikasi Pasokan Energi Nasional

    Selain mengamankan jalur logistik yang ada, Pemerintah juga menjalankan langkah preventif guna menjaga ketahanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri.

    Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Indonesia mulai membuka opsi diversifikasi sumber minyak mentah dari wilayah di luar Timur Tengah.

    Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur pasokan yang rentan terhadap gejolak politik dunia.

    Sepanjang tahun 2025, Pertamina tercatat mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, di mana sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi. Sisanya, pasokan didatangkan dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, hingga Malaysia.

    Sebagai langkah penguatan tambahan, Indonesia juga memelihara kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk menjamin ketersediaan produk BBM olahan secara berkelanjutan.


    Komentar
    Additional JS