0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Sulitnya Dapat Restu Iran Bebaskan Kapal Indonesia di Selat Hormuz - detik

    4 min read

     

    Sulitnya Dapat Restu Iran Bebaskan Kapal Indonesia di Selat Hormuz

    Tim detikBali - detikBali


    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Heri Purnomo/detikcom)

    Denpasar -

    Pemerintah Indonesia masih berupaya keras membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, di tengah Iran mulai memberi izin kepada sejumlah negara untuk melintas.

    Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia, ditutup Iran sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Dampaknya, kapal tanker dari berbagai negara tak bisa keluar, termasuk Pertamina Pride dan Gamsunoro.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hingga kini pemerintah masih melakukan negosiasi intensif dengan Iran agar dua kapal tersebut bisa keluar.

    "Ya kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ujar Bahlil di Kantor Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

    Ia mengakui proses negosiasi berjalan alot dan membutuhkan waktu karena adanya antrean panjang.

    "Masih negosiasi sekarang. Kan ini kan antrean panjang. Lagi dalam negosiasi, ya. Kasih kami waktu ya. Masih negosiasi, masih negosiasi," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2025).

    Di tengah upaya tersebut, Iran mulai membuka komunikasi dengan sejumlah negara terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.

    "Alhamdulillah kita sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai, tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka," kata Bahlil.

    Negara yang Diizinkan Melintas

    Iran diketahui mulai memberikan izin kepada negara-negara yang dianggap bersahabat untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini membuat kapal tanker dari negara tertentu dapat kembali berlayar.

    Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Setidaknya ada lima negara yang masuk kategori tersebut, yakni China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

    "Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulis unggahan tersebut, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).

    Selain itu, Malaysia juga telah memperoleh izin serupa. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker negaranya diizinkan melintas setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan.

    Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas kebijakan tersebut.

    "Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

    Simak Video 'Momen Trump Sebut Selat Hormuz jadi 'Selat Trump'':

    (dpw/dpw)


    Komentar
    Additional JS