Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang - suara
- Juru bicara Khatam al-Anbiya Iran mengecam klaim Donald Trump mengenai kesepakatan damai dengan Iran.
- Iran menolak narasi bahwa konflik telah menghasilkan kesepakatan damai, menganggapnya kekalahan AS.
- Menurut Iran, stabilitas kawasan hanya dapat dijamin melalui kekuatan militer angkatan bersenjata mereka.
Suara.com - Juru bicara Markas Pusat Iran, Ebrahim Zolfaghari melontarkan ejekan menohok terhadap pernyataan Donald Trump terkait klaim adanya kesepakatan damai dengan Iran.
Zolfaghari menilai pernyataan tersebut sebagai upaya menutupi kekalahan militer Amerika Serikat.
“Keunggulan strategis yang Anda banggakan kini berubah menjadi kekalahan strategis,” tegas Zolfaghari dilansir dari Tasnim News.
“Jika bisa keluar dari situasi ini, Anda pasti sudah melakukannya.” tambahnya.
Iran juga menolak narasi bahwa konflik berujung pada kesepakatan.
“Jangan sebut kekalahan Anda sebagai perjanjian,” katanya, menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah berdamai dengan AS-Israel yang dianggap agresor.
![Pemerintah Iran menyatakan siap membuka akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal Jepang di tengah meningkatnya perang melawan AS dan Israel. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/31142-donald-trump.jpg)
Dalam pernyataannya, Iran menyebut dunia kini terbagi dalam dua kubu.
“Ada kubu kebenaran dan kebatilan, dan orang merdeka tidak akan terpengaruh propaganda media Anda,” ujarnya.
Ia juga menyindir kondisi internal Amerika Serikat.
Baca Juga: Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
“Apakah konflik internal Anda sudah sejauh ini hingga bernegosiasi dengan diri sendiri?” katanya.
Menurut Iran, stabilitas kawasan hanya bisa dicapai melalui kekuatan militer mereka.
“Stabilitas dijamin oleh kekuatan angkatan bersenjata kami,” tegasnya.
“Perkataan pertama dan terakhir kami jelas, kami tidak akan pernah berdamai dengan Anda, sekarang maupun nanti,” tutupnya.
Kontributor: Azka Putra