0
News
    Home Berita Featured Lebaran Mudik Operasi Ketupat Spesial

    Dibandingkan Tahun Lalu, Angka Kecelakaan selama 6 Hari Operasi Ketupat 2026 Turun 40 Persen - Tribunnews

    7 min read

     

    Dibandingkan Tahun Lalu, Angka Kecelakaan selama 6 Hari Operasi Ketupat 2026 Turun 40 Persen

    Kapolri menyebut angka kecelakaan lalu lintas selama 6 hari Operasi Ketupat turun hingga 40 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. 


    Ringkasan Berita:
    • Angka kecelakaan lalu lintas dalam 6 hari Operasi Ketupat turun 40 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
    • Sudah tercatat ada sebanyak 1.213.388 kendaraan keluar dari Jakarta lewat jalan tol
    • Kemenhub memperkirakan selama masa Angkutan Lebaran 2026, total mobilitas masyarakat dapat mencapai 143,91 juta orang.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengklaim angka kecelakaan lalu lintas selama hampir sepekan pelaksanaan Operasi Ketupat turun hingga 40 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

    "Sampai dengan hari keenam ini alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan kepada kami ini menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan pada Operasi Ketupat tahun 2025,” kata Listyo di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (18/3/2026), dikutip dari Warta Kota Live.

    "Alhamdulillah mudah-mudahan angka ini bisa kami pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik," kata dia setelah melepas keberangkatan program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 dengan total 4.009 pemudik ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Adapun saat ini sudah tercatat ada sebanyak 1.213.388 kendaraan keluar dari Jakarta lewat jalan tol. Jumlah ini bertambah 20,89 persen apabila dibandingkan dengan lalu lintas harian normal dan naik 2,83 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun kemarin.

    Listyo berkata sempat muncul titik kepadatan, misalnya di kawasan Gilimanuk, Bali. Meski demikian, kepadatan lalu lintas akhirnya bisa diurai oleh polisi. Sementara itu, terjadi pula kepadatan di jalur tol di Gerbang Tol Cikatama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Demi melancarkan arus mudik, Polri menyiapkan sejumlah fasilitas di jalur tol dan arteri. Fasilitas tersebut misalnya pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di area rehat.  Di pos-pos itu terdapat layanan istirahat, pemeriksaan kesehatan, hingga pengisian bahan bakar.

    Di samping itu, polisi menyediakan  layanan informasi lalu lintas secara real-time lewat beberapa platform, misalnya NTMC, Traffoy, Sipolan di wilayah Jawa Tengah, dan Siger di wilayah Lampung.

    “Kami berharap penyelenggaraan mudik tahun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Kapolri.

    MUDIK GRATIS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas 4.009 pemudik dalam program mudik gratis Polri presisi 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada Rabu (18/3/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti).
    MUDIK GRATIS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas 4.009 pemudik dalam program mudik gratis Polri presisi 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada Rabu (18/3/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

    18 Maret Jadi Puncak Arus Mudik

    Melalui Instagram, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026. 

    Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub melalui Baketrans, jumlah pergerakan masyarakat pada hari tersebut diperkirakan mencapai 21,97 juta perjalanan, atau sekitar 15,26 persen dari total prediksi pemudik.

    Baca juga: Kecelakaan dan Truk Patah AS Lambat Dievakuasi Biang Kerok Macet Horor di Jalintim Jambi-Palembang

    Pergerakan Pemudik Diperkirakan Mencapai 143,91 Juta Orang

    Kementerian Perhubungan juga memperkirakan bahwa selama masa Angkutan Lebaran 2026, total mobilitas masyarakat dapat mencapai 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa angka tersebut menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyiapkan berbagai layanan transportasi selama periode mudik.

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.

    “Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” ujar Menhub Dudy, dikutip dari laman kemenhub.go.id.

    Jawa Barat Jadi Daerah Asal Pemudik Terbesar

    Dari hasil survei nasional yang dilakukan BKT Kemenhub, provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang.

    Di posisi berikutnya terdapat DKI Jakarta dengan sekitar 19,93 juta orang, serta Jawa Timur dengan sekitar 17,12 juta orang.

    Sementara itu, untuk daerah tujuan mudik, wilayah Jawa Tengah menjadi tujuan utama dengan perkiraan 38,71 juta orang.  Kemudian, ada Jawa Timur sebanyak 27,29 juta orang dan Jawa Barat sekitar 25,09 juta orang.

    Pada tingkat kabupaten dan kota, daerah asal perjalanan banyak berasal dari kawasan dengan jumlah penduduk besar seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. 

    Baca juga: Kapolri Berangkatkan 4.009 Pemudik Program Mudik Gratis ke 2 Provinsi, Sopir Bus Dites Urine-Alkohol

    Sementara itu, daerah tujuan perjalanan sebagian besar terkonsentrasi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. 

    (Tribunnews/Febri/Willy Widianto/Warta Kota Live/Ramadhan L Q)


    Komentar
    Additional JS