0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah NATO Siprus Spesial Turki

    Dihancurkan NATO, Rudal Iran Disebut Diarahkan ke Siprus Bukan Turki - detik

    5 min read

      

    Dihancurkan NATO, Rudal Iran Disebut Diarahkan ke Siprus Bukan Turki

    Ilustrasi: rudal Iran. (REUTERS/Florion Goga)
    Jakarta -

    Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju wilayah udara Turki melalui Irak dan Suriah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO. Rudal Iran tersebut disebut ditujukan ke Siprus, bukan Turki.

    Dilansir AFP, Rabu (4/3/2026), kementerian pertahanan Turki mengatakan rudal tersebut telah "dihadang dan dinetralisir oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur". Mereka tidak menyebutkan target yang dituju rudal tersebut.

    Seorang pejabat Turki, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, mengatakan rudal tersebut "ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani tetapi melenceng dari jalurnya".

    Para pejabat mengatakan pecahan yang jatuh di distrik Dortyol di Turki selatan, dekat perbatasan Suriah, telah diidentifikasi sebagai bagian dari pencegat yang digunakan untuk menetralisir "ancaman di udara". Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    "NATO berdiri teguh bersama semua sekutu, termasuk Turki, karena Iran terus melakukan serangan tanpa pandang bulu di seluruh wilayah," kata juru bicara NATO Allison Hart, menggunakan nama resmi Turki.

    "Postur pencegahan dan pertahanan kami tetap kuat di semua domain, termasuk dalam hal pertahanan udara dan rudal."

    Turki, anggota NATO yang mayoritas beragama muslim sunni, memiliki perbatasan sepanjang 500 kilometer (315 mil) dengan Iran.

    Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang mempertahankan hubungan baik dengan Presiden AS Donald Trump meskipun sering mengkritik Israel, bersikeras bahwa serangan AS-Israel--yang memicu perang dan mendorong pembalasan Teheran--adalah "ilegal".

    Dalam sebuah wawancara, Menteri Luar Negeri Hakan Fidan juga mengkritik serangan balasan Iran yang membabi buta di seluruh negara Teluk, menyebutnya sebagai "strategi yang salah".

    "Strategi yang mendasarinya tampaknya adalah: 'Jika saya akan tenggelam, saya akan menyeret kawasan itu bersama saya'," tambah Fidan.

    Setelah insiden rudal tersebut, Ankara memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memperluas konflik. Fidan mengatakan kepada rekan sejawatnya dari Iran dalam sebuah panggilan telepon bahwa "segala langkah yang dapat menyebabkan meluasnya konflik harus dihindari," kata sebuah sumber dari kementerian luar negeri.

    Para analis mengatakan bahwa lintasan rudal Iran dan penghancurannya oleh sistem NATO semakin meningkatkan taruhan untuk perang regional yang meluas, meskipun tidak ada bukti jelas bahwa Iran bermaksud menyerang Turki.

    "Turki tidak ingin terlibat dalam serangan AS-Israel terhadap Iran, yang telah dikritiknya, tetapi jika Iran meluncurkan lebih banyak rudal yang jelas-jelas ditujukan pada target di wilayah Turki, Ankara akan mempertimbangkan pembalasan langsungnya sendiri," kata Hamish Kinnear dari perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft.

    Kementerian pertahanan mengatakan "segala langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil secara tegas dan tanpa ragu-ragu".

    "Kami menegaskan kembali bahwa kami berhak untuk menanggapi setiap tindakan permusuhan yang ditujukan kepada negara kami," tambahnya.

    (rfs/jbr)

    Komentar
    Additional JS