Dokter Ungkap Alasan Serangan Jantung Lebih Mematikan pada Wanita - Republika
Dokter Ungkap Alasan Serangan Jantung Lebih Mematikan pada Wanita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis bedah jantung asal Amerika Serikat (AS), dr Jeremy London, mengungkapkan alasan mengapa serangan jantung kerap berakibat lebih fatal pada wanita. Dia menjelaskan bahwa perbedaan gejala, keterlambatan diagnosis, hingga faktor biologis menjadi penyebab utama kondisi ini.
Selama ini, serangan jantung kerap digambarkan sebagai kejadian dramatis dengan nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan atau rahang. Namun, menurut dr London, gambaran tersebut tidak selalu terjadi pada wanita. Banyak wanita justru tidak mengalami gejala klasik tersebut.
"Sebagian besar wanita tidak mengalami serangan jantung seperti yang digambarkan di televisi, dengan memegangi dada dan nyeri yang menjalar ke rahang dan lengan," kata dr London, dikutip dari Hindustan Times, pada akhir pekan lalu.
Sebaliknya, gejala serangan jantung pada wanita cenderung lebih halus dan tidak spesifik. Beberapa di antaranya meliputi sesak napas, kelelahan berkepanjangan, mual, hingga muntah. Karena gejala ini mirip dengan penyakit lain yang lebih umum, banyak kasus yang akhirnya salah didiagnosis atau bahkan diabaikan.
"Gejalanya bisa jauh lebih halus seperti sesak napas, kelelahan, mual, dan muntah. Akibatnya, gejala-gejala ini tidak dikenali sebagai serangan jantung," ujar dr London.
Halaman 2 / 3
Selain faktor gejala yang tidak khas, keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan juga menjadi penyebab tingginya angka kematian. Dokter London menegaskan bahwa waktu merupakan faktor krusial dalam penanganan serangan jantung, sehingga setiap keterlambatan dapat berdampak fatal.
Dia juga menyinggung adanya faktor biologis yang turut berperan dalam perbedaan kondisi antara pria dan wanita, meski menekankan bahwa kurangnya pengenalan terhadap gejala menjadi masalah utama. Karena itu, ia mengimbau masyarakat khususnya wanita untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh. Jika merasakan gejala yang tidak biasa, segera mencari bantuan medis menjadi langkah penting yang tidak boleh ditunda.

"Ada keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan. Padahal waktu sangat penting dalam menangani serangan jantung. Jadi, jika merasa ada yang tidak beres, jangan tunda, segera cari pertolongan medis," kata dia.
Halaman 3 / 3
Serangan jantung saat sendirian
Serangan jantung menjadi pengalaman yang sangat menakutkan, terlebih jika terjadi saat sedang sendirian di rumah tanpa akses bantuan medis secara langsung. Untuk meningkatkan peluang bertahan hidup, dokter spesialis bedah kardiotoraks dr Jeremy London membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan.
Berikut panduannya:
1. Hubungi layanan darurat
Langkah pertama dan paling penting, menurut dr London, adalah segera menghubungi layanan medis darurat saat mengalami serangan jantung sendirian.
2. Kunyah aspirin
la juba menyarankan untuk mengunyah aspirin, bukan menelannya langsung, karena dapat membantu mengurangi keparahan serangan jantung. "Jika Anda tidak alergi, kunyahlah satu tablet aspirin alih-alih menelannya utuh. Ini tidak menghentikan serangan jantung, tetapi dapat mengurangi dampaknya," kata London.
3. Duduk atau berbaring
Ahli bedah jantung ini menyarankan untuk duduk atau berbaring jika mengalami serangan jantung. Ini dinilai penting untuk mengurangi risiko cedera tambahan.
"Duduk atau berbaringlah. Dengan begitu, jika Anda pingsan, Anda tidak akan jatuh dan mengalami cedera kepala di situasi yang sudah berbahaya," kata dia.
4. Pastikan rumah selalu mudah diakses
Saat sendirian di rumah, dr London menyarankan agar rumah tidak dikunci dari dalam untuk mempermudah bantuan masuk jika Anda mengalami serangan jantung.
5. Hubungi teman atau keluarga
Dia juga menyarankan untuk menghubungi anggota keluarga atau teman dekat dan tetap berbicara di telepon dengan mereka sampai bantuan medis datang, sehingga Anda tidak sendirian menunggu pertolongan.
"Terakhir, hubungi teman atau keluarga, dan tetapsambungkan telepon sampai bantuan medis tiba. Dengan begitu, ada seseorang yang tahu persis apa yang sedang terjadi," ujar London.