0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Hizbullah Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Duet Maut Hizbullah-Iran Bombardir Israel Jenius, Pakar Militer Sepakat Langkah Ubah Arah Perang - Republika

    12 min read

     

    Duet Maut Hizbullah-Iran Bombardir Israel Jenius, Pakar Militer Sepakat Langkah Ubah Arah Perang

    Hizbullah tegaskan dukungannya untuk Iran.


    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Sejumlah pakar dan analis militer dan politik menggambarkan serangan terhadap Israel, yang menargetkan wilayah luas di bagian utara dan tengahnya termasuk Kiryat Shmona, Haifa, Nahariya, dan Gilboa, sebagai serangan yang dikoordinasikan dan disinkronkan antara Iran dan Hizbullah.

    Dilansir Aljazeera, Kamis (12/3/2026), serangan rudal Iran dan Lebanon menunjukkan kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengoordinasikan peluncuran rudal secara bersamaan, dengan menggunakan taktik ganda yang mencakup mengalihkan perhatian sistem Iron Dome Israel dan meluncurkan rudal presisi ke dalam wilayah Israel.

    Profesor Studi Iran dan Timur Tengah di Universitas Nasional Australia, Alam Saleh, menjelaskan Iran belum menggunakan seluruh kemampuan rudalnya dan serangan saat ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemampuan rudal Iran.

    Saleh mencatat, Teheran belum mengaktifkan kelompok-kelompok regional lainnya seperti Houthi atau Pasukan Rakyat di Irak. Ini berarti bahwa Iran masih memiliki kartu strategis tambahan yang dapat digunakan di masa depan.

    Dia juga menekankan pentingnya selat laut, terutama Selat Bab al-Mandab, dalam persamaan geografis dan ekonomi.

    Iran bertaruh pada waktu dan perang atrisi (war atritation), yang merupakan faktor penting untuk kepentingannya, sementara Israel menghadapi tekanan terus-menerus pada masyarakat dan ekonominya akibat serangan rudal yang terus-menerus.

    Sebaliknya, penulis dan analis politik Lebanon Amin Qamouriya fokus pada dimensi geografis sebagai kekuatan Iran, dengan menunjuk pada lokasinya yang membentang dari Laut Arab hingga Laut Kaspia, serta kemampuannya untuk berperang di lebih dari satu front dan di berbagai wilayah berkat sekutunya.

    Komentar
    Additional JS