Gara-Gara Dituduh Informan Polisi, 2 Tetangga di Palembang Duel Berdarah Hingga Tewas - Merdeka
Gara-Gara Dituduh Informan Polisi, 2 Tetangga di Palembang Duel Berdarah Hingga Tewas
Insiden tersebut berujung tragis setelah salah satu dari mereka, IS (47), meninggal dunia.

Perkelahian berdarah terjadi antara dua warga yang bertetangga di Jalan Abi Kusno Lorong Belarama, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Senin (9/3) malam. Insiden tersebut berujung tragis setelah salah satu dari mereka, IS (47), meninggal dunia.
Korban diketahui terlibat duel dengan tetangganya sendiri, RC (35). Keduanya sempat terlibat adu mulut yang kemudian memanas hingga berujung perkelahian. Dalam perkelahian tersebut, kedua pihak dilaporkan sama-sama menggunakan senjata tajam.
Korban Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Saat saksi datang untuk melerai pertikaian, ia mendapati korban sudah tergeletak di tanah dalam kondisi bersimbah darah.
Saksi kemudian bersama warga sekitar berusaha memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka robek di bagian punggung kanan sepanjang sekitar 5 sentimeter serta luka di bawah dagu sepanjang 4 sentimeter.
Pelaku Melarikan Diri
Sementara itu, pelaku yang diketahui berinisial RC langsung melarikan diri dari lokasi kejadian sebelum warga membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat ini, pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
"Benar, kejadiannya tadi malam, korban diduga berkelahi dengan tetangganya sendiri hingga meninggal," ungkap Kapolsek Kertapati Palembang AKP Angga Kurniawan, Selasa (10/3).
Diduga Dipicu Tuduhan Informan Polisi
Berdasarkan informasi awal yang diterima, pertikaian antara keduanya diduga dipicu oleh tudingan pelaku terhadap adik korban yang disebut sebagai informan polisi.
Tuduhan tersebut dibantah oleh korban sehingga memicu perselisihan antara keduanya hingga akhirnya berujung perkelahian.
"Untuk motifnya secara gamblang nanti kita selidiki dulu, fokus kami kejar terduga pelaku," kata Angga.