0
News
    Home Batuk Berita Campak Featured Flu Kesehatan Pilek Spesial

    Gejalanya Mirip Flu, Batuk dan Pilek Lalu Ruam, Dokter Ingatkan Campak Mudah Menular Lewat Udara - Tribunnews

    9 min read

     

    Gejalanya Mirip Flu, Batuk dan Pilek Lalu Ruam, Dokter Ingatkan Campak Mudah Menular Lewat Udara

    Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.


    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    Ringkasan Berita:
    • Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
    • Virus yang menulari ini dikenal sebagai virus campak atau measles yang menyerang saluran pernapasan.

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus campak kembali menjadi perhatian di berbagai daerah setelah dilaporkan meningkat dan bahkan dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah wilayah.

    Penyakit ini sering dianggap sebagai penyakit anak yang biasa terjadi. 

    Padahal, campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

    Baca juga: Pemudik Disarankan Pakai Masker di Keramaian untuk Cegah Campak

    Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Wayan Gustawan menjelaskan bahwa campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus.

    Virus tersebut dikenal sebagai virus campak atau measles yang menyerang saluran pernapasan.

    “Campak ini sebenarnya merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh infeksi virus namanya virus campak atau virus measles dimana biasanya dia menyerang infeksi saluran pernapasan atas yang disertai dengan gejala demam dan munculnya ruam,” ujar dr. Wayan Gustawan pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Minggu (15/3/2026). 

    Penularan Campak Lewat Udara

    Campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya terjadi melalui udara, terutama ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.

    Virus dapat menyebar melalui percikan saluran napas dan terhirup oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

    Menurut dr. Wayan Gustawan, kemampuan penularan inilah yang membuat campak menjadi penyakit yang sangat cepat menyebar di masyarakat.

    “Cara penularan virus campak ini melalui saluran pernapasan, kalau kita sebut istilahnya airborn jadi menular lewat udara,” jelasnya.

    Karena menyebar melalui udara, virus campak dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain dalam jarak yang dekat.

    Bahkan satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya.

    “Dikatakan kalau seseorang yang menderita penyakit campak itu bisa menularkan ke sekitar 9 sampai 18 orang di sekitarnya,” kata dr. Wayan Gustawan.

    Hal inilah yang membuat penyakit campak sering menimbulkan wabah ketika terjadi penularan di lingkungan yang padat, seperti sekolah atau rumah tangga.

    Tidak Hanya Menyerang Anak-anak

    Campak memang paling sering terjadi pada anak-anak. Namun sebenarnya penyakit ini dapat menyerang siapa saja.

    Baik anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia tetap berisiko tertular virus campak.

    Risiko tersebut terutama lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau memiliki gangguan sistem imun.

    Pada anak-anak, kasus campak memang lebih banyak ditemukan karena kelompok usia ini lebih rentan terhadap infeksi.

    Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap gejala awal penyakit ini agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.

    Gejala Awal Campak yang Sering Tidak Disadari, Mirip Flu

    Ilustrasi tuberkulosis (TB) yang terjadi pada anak, berikut penjelasan dr. Hendra Wardhana, Sp.A mengenai pengobatan tuberkulosis pada anak
    Ilustrasi tuberkulosis (TB) yang terjadi pada anak, berikut penjelasan dr. Hendra Wardhana, Sp.A mengenai pengobatan tuberkulosis pada anak (Freepik.com)

    Pada tahap awal, gejala campak sering kali mirip dengan penyakit infeksi pernapasan biasa seperti flu.

    Gejala awal yang paling umum adalah demam yang disertai keluhan lain seperti batuk dan pilek.

    Selain itu, mata juga bisa tampak merah seperti iritasi atau sakit mata.

    Beberapa hari kemudian barulah muncul tanda khas campak berupa ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.

    Ruam ini biasanya pertama kali muncul di wajah sebelum kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

    Bintik-bintik tersebut terlihat seperti titik-titik kemerahan yang cukup banyak dan dapat menyebar secara bertahap.

    Kemunculan ruam ini biasanya terjadi setelah beberapa hari sejak demam muncul.

    Masa Inkubasi Campak

    Gejala campak tidak langsung muncul setelah seseorang terpapar virus.

    Ada masa inkubasi atau masa tunggu sebelum gejala pertama muncul.

    Pada campak, masa inkubasi biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.

    Artinya seseorang yang baru terpapar virus campak tidak langsung mengalami gejala pada hari yang sama.

    Gejala biasanya baru muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah terpapar virus.

    Hal ini membuat penularan campak sering terjadi tanpa disadari karena seseorang bisa saja sudah membawa virus sebelum gejala terlihat jelas.

    Perbedaan Campak dengan Penyakit Lain yang Mirip

    Salah satu tantangan dalam mengenali campak adalah gejalanya yang mirip dengan penyakit lain yang juga menimbulkan demam dan ruam.

    Misalnya penyakit rubella atau demam scarlet.

    Karena itu dokter biasanya melihat perjalanan penyakit untuk membantu membedakannya.

    Pada campak, demam biasanya muncul terlebih dahulu dan cenderung semakin tinggi.

    Ruam baru muncul beberapa hari kemudian setelah demam berlangsung.

    Berbeda dengan rubella yang biasanya ruam dan demam muncul hampir bersamaan di awal penyakit.

    Ciri khas lain dari campak adalah ruam yang muncul dari wajah terlebih dahulu sebelum menyebar ke seluruh tubuh.


    Fase yang Perlu Diwaspadai

    Dalam perjalanan penyakit campak terdapat beberapa fase, mulai dari fase inkubasi, fase munculnya gejala, hingga fase penyembuhan.

    Fase yang perlu paling diwaspadai adalah saat ruam mulai muncul.

    Pada fase ini, pasien biasanya mengalami demam tinggi disertai ruam yang menyebar di tubuh.

    Selain itu, bisa juga muncul gejala lain seperti batuk atau diare.

    Fase ini biasanya terjadi sekitar hari kelima hingga hari ketujuh sejak awal demam.

    Pada periode tersebut, risiko munculnya komplikasi juga mulai meningkat sehingga anak perlu dipantau dengan lebih ketat.

    Komplikasi Campak yang Perlu Diwaspadai

    Campak bukan sekadar penyakit dengan demam dan ruam pada kulit.

    Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.

    Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain radang paru atau pneumonia, diare, serta radang telinga tengah.

    Selain itu, campak juga dapat menyebabkan infeksi pada sistem saraf pusat yang dikenal sebagai encephalitis.

    Kondisi ini termasuk komplikasi serius yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

    Karena itu, orang tua dianjurkan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam disertai ruam yang mencurigakan.

    Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak dari penyakit campak.


    Komentar
    Additional JS