Hari Ke-5 Perang: Korban Tewas di Iran 1.000 Orang Lebih, 6 Ribu Terluka, Pemakaman Khamenei Ditunda - Tribunnews
Hari Ke-5 Perang: Korban Tewas di Iran 1.000 Orang Lebih, 6 Ribu Terluka, Pemakaman Khamenei Ditunda
Hingga hari ke-5 serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, data sementara mencatat lebih dari 1.000 orang tewas di Iran.
Ringkasan Berita:
- Jumlah korban tewas sejak serangan AS-Israel dimulai pada hari Sabtu (28/2/2026) telah mencapai 1.045 berdasarkan laporan media pemerintah Iran.
- Selain itu, lebih dari 6 ribu orang diperkirakan terluka.
- Serangan itu juga dilaporkan merusak unit-unit perumahan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga hari ke-5 serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, data sementara mencatat lebih dari 1.000 orang tewas di Iran.
Selain itu, lebih dari 6 ribu orang diperkirakan terluka.
Jumlah korban tewas sejak serangan AS-Israel dimulai pada hari Sabtu (28/2/2026) telah mencapai 1.045 berdasarkan laporan media pemerintah Iran.
Melaporkan dari Teheran, Mohamed Vall dari Al Jazeera mengatakan warga sipil menanggung beban terberat dari serangan tersebut dan mencatat bahwa negara itu diserang dari segala arah.
"Ada kampanye (serangan militer) berkelanjutan dan terus-menerus di seluruh negeri yang tidak menyisakan wilayah, kota, atau daerah mana pun," kata dia dikutip dari Aljazeera Rabu (4/3/2026).
"Tetapi kita tahu 300 anak dan remaja telah dirawat di rumah sakit dengan lebih dari 6 ribu orang terluka," lanjutnya.
Baca juga: Sosok Mary, Keponakan Trump yang Kecam Serangan AS ke Iran, Sebut Pamannya Idiot
Mengutip kantor berita Tasnim, Aljazeera mencatat serangan Israel pada Rabu (4/3/206) menghantam ibu kota Iran yakni Teheran, kota suci Qom, Iran barat, dan di seluruh provinsi Isfahan di Iran tengah.
Serangan itu juga dilaporkan merusak unit-unit perumahan.
Israel mengatakan mereka menyerang bangunan milik pasukan paramiliter polisi sukarelawan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yakni Basij serta menargetkan bangunan yang terkait dengan komando keamanan internal Iran.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan kerusakan akibat serangan juga terlihat di dua bangunan dekat situs nuklir Isfahan.
Akan tetapi tidak ada kerusakan pada fasilitas yang berisi material nuklir dan tidak ada risiko pelepasan radiologis.
Rencana untuk mengadakan upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ditunda saat ledakan mengguncang negara itu.

Mengutip Kantor berita Tasnim, Aljazeera mencatat seorang pejabat Iran menyebutkan masalah logistik menjadi penyebab penundaan upacara yang seharusnya dimulai pada Rabu malam dan berlangsung selama beberapa hari itu.
Namun persiapan pemakaman sedang berlangsung dan diperkirakan akan menarik banyak orang untuk datang.
Akan tetapi bersamaan dengan itu, terdapat potensi ancaman serangan AS-Israel terhadap kerumunan massa yang berduka.
Khamenei tewas pada Sabtu (28/2/2026) pagi dalam gelombang pertama serangan AS dan Israel.
Serangan itu turut menewaskan pejabat senior Iran lainnya termasuk Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tidak-ada-pesawat-yang-melintasi-Iran-Irak.jpg)