0
News
    Home Berita Featured IHSG Keuangan Spesial

    IHSG Berpotensi Menguat ke 7.400 Jika Sentimen Geopolitik Mulai Mereda - Liputan6

    4 min read

     

    IHSG Berpotensi Menguat ke 7.400 Jika Sentimen Geopolitik Mulai Mereda

    Sempat terkoreksi menuju level 7.300 akibat sikap risk-off investor global, IHSG kini berpeluang melakukan technical rebound.

    Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini memicu sikap risk-off di pasar keuangan global sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di negara emerging market seperti Indonesia.

    Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, mengatakan lonjakan harga energi dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global apabila konflik antara Donald Trump dan Iran berkembang lebih luas serta berdampak pada jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.

    “Pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, terutama dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD 100 per barel. Kondisi ini memicu sikap risk-off di pasar keuangan global sehingga investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di emerging market, termasuk Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

    Tekanan tersebut sempat membuat IHSG terkoreksi cukup dalam hingga mendekati area 7.300. Namun sentimen pasar mulai membaik setelah muncul pernyataan dari Presiden Amerika Serikat yang menyebut konflik dengan Iran berpotensi segera mereda. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, sehingga harga minyak yang sebelumnya melonjak mulai terkoreksi.

    “Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan kekuatan di area support psikologis 7.300 yang menjadi level penting bagi pelaku pasar. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka, terutama jika sentimen global terus membaik,” jelasnya.

    Perubahan sentimen global tersebut juga tercermin dari pergerakan bursa Wall Street yang berbalik menguat setelah sebelumnya sempat tertekan. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa risk appetite investor global mulai pulih seiring meredanya ketegangan geopolitik dan stabilisasi harga komoditas energi.

     


    Komentar
    Additional JS