Industri Rumahan Dodol Betawi Kebanjiran Pesanan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H - merah putih
Produksi dodol Betawi di industri rumahan tersebut mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa seiring meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H. Produsen mengaku menerima lonjakan pesanan dari berbagai wilayah, terutama untuk kebutuhan takjil berbuka puasa dan hidangan khas saat perayaan Lebaran.
Dodol Betawi yang memiliki cita rasa manis legit ini dibuat dari bahan dasar tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional dengan cara dimasak dalam kuali besar sambil terus diaduk di atas tungku agar menghasilkan tekstur yang kenyal dan rasa yang khas.
Menjelang Idul Fitri, produksi dodol di tempat tersebut meningkat hingga dua kali lipat, dari sekitar 15 kilogram menjadi 30 kilogram per hari untuk memenuhi permintaan pelanggan. Untuk mengejar pesanan, produsen mengoperasikan enam tungku sekaligus guna memasak dodol bagi pelanggan di kawasan Pejaten Timur dan sekitarnya di Jakarta Selatan.
Dodol Betawi produksi Ibu Yuyun dipasarkan ke berbagai wilayah di Jabodetabek dengan harga bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per kemasan, tergantung ukuran dan berat produk. Meningkatnya permintaan menjelang Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pelaku industri rumahan dodol Betawi. (Foto: MP/Didik Setiawan).