Iran Klaim Hancurkan 7 Lebih Radar yang Buat AS 'Buta', CENTCOM Bungkam, IRGC Targetkan Titik Vital - Tribunnews
Iran Klaim Hancurkan 7 Lebih Radar yang Buat AS 'Buta', CENTCOM Bungkam, IRGC Targetkan Titik Vital
Karena radar AS dihancurkan, IRGC memperingatkan serangan hari-hari mendatang akan lebih intens dan menyakitkan.
Ringkasan Berita:
- Teheran umumkan penghancuran lebih dari tujuh sistem radar canggih milik AS di lima negara, antara lain Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA
- Fungsi utama radar militer untuk mendeteksi, melacak, mengidentifikasi posisi objek seperti pesawat, kapal, termasuk rudal, secara real-time. Bisa dibayangkan dampaknya bagi AS dan Israel jika klaim Iran benar
- IRGC memperingatkan bahwa operasi militernya akan terus meluas ke target-target strategis lainnya, termasuk kepentingan AS di laut dan darat
TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim berhasil melumpuhkan "mata" Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Melalui operasi militer bertajuk Operation True Promise 4, Teheran mengumumkan penghancuran lebih dari tujuh sistem radar canggih milik AS yang tersebar di lima negara.
Dalam pernyataan resminya dikutip PressTV, Rabu (4/3/2026), IRGC menyatakan bahwa serangan presisi tersebut bertujuan membutakan kemampuan koordinasi lawan.
"Dengan hancurnya lebih dari tujuh radar canggih, pengawasan AS dan rezim Zionis di kawasan ini telah buta."
Fungsi utama radar militer diketahui untuk mendeteksi, melacak, mengidentifikasi posisi objek seperti halnya pesawat, kapal, termasuk rudal, secara real-time untuk kebutuhan pengawasan wilayah, peringatan dini, dan pengarahan tembakan senjata dalam pertahanan maupun serangan.
Radar bekerja siang dan malam dalam segala cuaca, sehingga bisa dikatakan sebagai "mata dan telinga" kedaulatan. Bisa dibayangkan dampaknya bagi AS dan Israel jika klaim Iran benar.
Baca juga: Citra Satelit Ungkap Strategi Iran Lumpuhkan Radar AN/TPY-2 dan Jaringan Komando AS di Timur Tengah
IRGC juga memperingatkan bahwa ini hanyalah awal. Serangan di hari-hari mendatang akan menjadi lebih intens dan menyakitkan dengan menyasar target-target strategis lainnya, termasuk kepentingan AS di laut dan darat.
IRGC mengeklaim serangan mereka berhasil menembus sistem pertahanan rudal THAAD milik AS.
Teheran juga menyebut telah menyerang gedung Kementerian Pertahanan Israel dan Bandara Ben Gurion.
Verifikasi klaim Iran oleh media AS
Klaim Iran ini diperkuat artikel yang disampaikan The New York Times yang dirilis pada Selasa, waktu setempat.
Berdasarkan analisis citra satelit dari Planet Labs dan Airbus DS, serta verifikasi video, serangan Iran terbukti merusak infrastruktur komunikasi dan radar di setidaknya tujuh lokasi militer AS di Timur Tengah.
Kerusakan signifikan terdeteksi di beberapa titik krusial:
1. Bahrain
Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama dihantam drone yang menghancurkan terminal SATCOM AN/GSC-52B, perangkat vital untuk komunikasi real-time.
2. Qatar
Pangkalan Udara Al Udeid, markas regional CENTCOM, mengalami kerusakan pada area antena satelit.
3. Kuwait
Di Camp Arifjan dan Ali Al Salem, sedikitnya tiga radome (kubah pelindung radar) dan enam bangunan pendukung komunikasi hancur.
4. Arab Saudi
Citra satelit menunjukkan gumpalan asap sepanjang satu mil di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, tepat di area spesifik bagian komunikasi.
5. Uni Emirat Arab (UEA)
Serangan menghantam area di dekat sistem radar AN/TPY-2 di Al Ruwais, yang merupakan kunci deteksi rudal balistik.
Berkait kerusakan yang dialami, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengambil sikap tertutup.
Juru bicara CENTCOM menolak memberikan komentar terkait tingkat kerusakan fungsional dari sistem komunikasi mereka yang terkena dampak serangan.
Meskipun infrastruktur komunikasi militer AS bersifat sangat rahasia, lokasi-lokasi yang menjadi target menunjukkan bahwa Iran secara sengaja mengincar kemampuan AS dalam memantau pergerakan rudal dan koordinasi antar-pangkalan.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Maskapai-penerbangan-Garuda-Indonesia-2025.jpg)