Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara - Kompas

Penulis
TEHERAN, KOMPAS.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim bahwa kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln mundur dari perairan dekat Selat Hormuz, setelah menghadapi drone milik Angkatan Laut Iran.
Menurut kantor berita Iran Mizan, juru bicara Markas Besar Pusat IRGC Khatam Al Anbiya menyatakan, kapal induk tersebut mendekati selat hingga sekitar 340 kilometer sebelum drone Iran melakukan serangan.
“Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang mendekati perairan teritorial Iran, diserang oleh drone Angkatan Laut Iran dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi ditemani oleh kapal perusaknya,” kata juru bicara tersebut, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Rudal Iran Turun 90 Persen, Bagaimana Bisa Tetap Serang 11 Negara?
Bantahan AS
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat pertahanan Amerika Serikat.
Seorang pejabat pada Jumat mengatakan, USS Abraham Lincoln tidak terkena serangan drone, meski stasiun televisi Pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal induk tersebut.
“Laporan-laporan itu tidak benar,” kata pejabat itu, dikutip dari kantor berita AFP.
Baca juga: Rudal Israel Serang Iran, Kota Selain Teheran Ikut Digempur
Televisi pemerintah Iran sebelumnya menyatakan, sekumpulan drone yang diluncurkan IRGC menghantam kapal induk itu.
Namun, laporan tersebut tidak disertai rincian tambahan mengenai dugaan serangan.
IRGC sebelumnya juga mengeklaim telah menghantam USS Abraham Lincoln dengan rudal, tetapi Pentagon menyebut rudal-rudal itu bahkan tidak mendekati sasaran.
Baca juga: Iran Klaim 4 Rudal Balistik Hantam Kapal Induk Abraham Lincoln, AS Bantah

Araqchi mengatakan kepada NBC News, kapal Iran yang ditenggelamkan oleh pasukan AS tidak bersenjata dan hanya membawa perwira pelatihan.
Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.
Baca juga: AS-Israel Gempur 7 Kota Iran, IRGC Balas Hantam Yerusalem
Seperti diketahui pada Rabu (4/3/2026), angkatan laut Sri Lanka menemukan 87 jasad dari laut setelah tenggelamnya kapal perang Iran IRIS Dena di Samudera Hindia.
Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya pertempuran yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di berbagai wilayah Timur Tengah.
AS saat ini menempatkan dua kapal induk di Timur Tengah, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford, yang terlibat serangan udara besar-besaran bersama Israel terhadap Iran 28 Februari 2026.
Baca juga: Perang Bawah Laut Pecah Lagi Usai 1982, Torpedo AS Ancaman Nyata Iran
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang