0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Klaim Memiliki Banyak Kejutan untuk Hadapi Skenario AS, Apa Saja? - SindoNews

    4 min read

     

    Iran Klaim Memiliki Banyak Kejutan untuk Hadapi Skenario AS, Apa Saja?


    Selasa, 10 Maret 2026 - 09:02 WIB

    Iran klaim memiliki banyak kejutan untuk hadapi skenario AS. Foto/Press TV

    TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negara itu sepenuhnya siap untuk bereaksi terhadap rencana jahat Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengubah persamaan ekonomi yang muncul dari agresi AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran.

    Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Senin, Araghchi menyatakan bahwa operasi militer AS, yang ia sebut "Kesalahan Epik" alih-alih "Kemarahan Epik," telah mendorong harga energi dan komoditas internasional ke tingkat yang tak tertahankan.

    Ia menyarankan bahwa AS mungkin mempertimbangkan untuk mengejutkan Iran dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas produksi energinya.

    Tanpa menjelaskan lebih lanjut, menteri tersebut mencatat bahwa langkah seperti itu bisa jadi merupakan upaya AS untuk menahan guncangan ekonomi yang semakin meningkat yang disebabkan oleh perang dan dampaknya terhadap harga energi.

    “Sembilan hari setelah Operasi Epic Mistake dimulai, harga minyak telah berlipat ganda sementara semua komoditas meroket. Kita tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs minyak dan nuklir kita dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang besar. Iran sepenuhnya siap,” kata Araghchi dalam unggahannya.

    “Dan kita juga memiliki banyak kejutan yang menanti,” tambahnya.

    Respons ekstensif Iran terhadap serangan AS dan Israel termasuk operasi yang menargetkan aset militer AS di negara-negara kaya minyak di Teluk Persia.

    Hal ini telah memicu lonjakan besar harga minyak dan gas alam, mengirimkan gelombang kejut ke pasar internasional.

    Tentara Iran mengumumkan serangan drone baru terhadap target AS dan Israel sebagai balasan atas agresi ilegal yang dilakukan kedua rezim tersebut terhadap negara itu.

    Iran mengindikasikan bahwa lonjakan produksi minyak mungkin akan berlanjut dan dapat mencapai tingkat historis jika AS dan Israel memutuskan untuk menargetkan fasilitas produksi energi Iran, yang kemudian akan mendorong Iran untuk membalas dengan menyerang lokasi yang setara di wilayah tersebut.

    Analis pasar percaya bahwa skenario seperti itu dapat mendorong harga minyak ke tingkat rekor yang melebihi USD200 per barel.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    6 Fakta Buster GBU-57,...

    6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran

    Komentar
    Additional JS