Iran soal PM Israel Netanyahu: 'Jika Dia Masih Hidup, Kami Akan Kejar dan Bunuh!' - SindoNews
Iran soal PM Israel Netanyahu: 'Jika Dia Masih Hidup, Kami Akan Kejar dan Bunuh!'
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Minggu, 15 Maret 2026 - 13:29 WIB
Video penampakan PM Israel Benjamin Netanyahu dengan tangan kanan memiliki 6 jari memicu kecurigaan publik tentang nasibnya yang sebenarnya. Foto/The Sunday Guardian
TEHERAN - Ketika klaim bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tewas diserang rudal Iran masih menjadi teka-teki, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melontarkan sumpah yeng menakutkan pada hari Minggu (15/3/2026). Garda Revolusi bersumpah akan membunuh Netanyahu jika pemimpin rezim Zionis itu masih hidup.
"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari NDTV.
Baca Juga: Teka-teki Klaim PM Israel Tewas Dirudal Iran, Publik Pertanyakan Video Netanyahu Miliki 6 Jari
Klaim tentang kematian Netanyahu akibat seragan rudal Teheran pertama kali muncul dari media Iran, Tasnim News Agency. Klaim itu diperkuat fakta bahwa Netanyahu tak muncul secara fisik di depan publik sejak perang pecah 28 Februari.
Beberapa hari setelah berita klaim itu terbit, muncul video yang dikaitkan dengan sosok Netanyahu pada 12 Maret. Namun video itu terdapat kejanggalan, seperti memiliki enam jari di salah satu tangannya—menimbulkan kecurigaan bahwa video tersebut dibuat dengan artificial intelligence (AI),
Dalam video tersebut, sosok yang menyerupai Netanyahu sedang menyampaikan konferensi pers pertamanya sejak perang melawan Israel pecah. Sosok tersebut mengeluarkan ancaman terselubung untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dan membela operasi militer Israel.
"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim—sebuah rezim digulingkan dari dalam," katanya dalam bahasa Ibrani.
Video itu juga diunggah akun PM Israel @netanyahu di X.
Komentator politik konservatif AS, Candace Owens, termasuk di antara mereka yang bertanya, "Di mana Bibi?", merujuk pada Netanyahu dengan nama panggilannya.
"Mengapa kantornya merilis dan menghapus video AI palsu tentang dirinya dan mengapa ada kepanikan massal di Gedung Putih?" tulisnya di X pada hari Sabtu.
Kantor PM Israel membantah laporan kematian Netanyahu. "Ini berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," kata kantor tersebut kepada Anadolu.
Namun, hingga saat ini, kantor Netanyahu atau para pembantunya belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

4 Sinyal Iran Akan Segera Melakukan Serangan ke Israel