0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Tembakkan 'Rudal Menari' untuk Pertama Kalinya Sejak 28 Februari, Ini yang Perlu Diketahui - Tribunnews

    11 min read

     

    Iran Tembakkan 'Rudal Menari' untuk Pertama Kalinya Sejak 28 Februari, Ini yang Perlu Diketahui

    Iran meluncurkan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat.

    Ringkasan Berita:
    • Iran meluncurkan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat.
    • Serangan tersebut menyebabkan kerusakan di Tel Aviv dan melukai beberapa warga Israel
    • Konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari itu masih berlanjut tanpa tanda-tanda negosiasi atau gencatan senjata.


    TRIBUNNEWS.COM - Iran meluncurkan serangkaian rudal canggih yang menargetkan fasilitas Israel dan AS pada Minggu (15/3/2026).

    Mengutip Palestine Chronicle, serangan rudal Iran dilaporkan merusak kediaman seorang pejabat konsuler Amerika Serikat di Tel Aviv.

    Media Israel melaporkan bahwa sebuah rudal jatuh di sekitar Tel Aviv, sementara pecahan dari serangan tersebut mengenai sebuah bangunan tempat tinggal yang digunakan oleh konsul AS di Israel.

    Laporan tersebut menunjukkan bangunan itu mengalami kerusakan akibat pecahan rudal selama serangan.

    Menurut layanan darurat Israel yang dikutip media lokal, setidaknya tiga warga Israel terluka dalam serangan yang menargetkan Tel Aviv bagian selatan.

    Seorang warga Israel lainnya dilaporkan terluka akibat pecahan rudal yang jatuh di wilayah tengah pemukiman itu.

    Serangan tersebut memicu sirene serangan udara di seluruh Tel Aviv dan daerah sekitarnya saat sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat rudal yang datang.

    Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu, IRGC mengatakan bahwa serangan terbaru tersebut menargetkan pusat-pusat administrasi dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi udara rezim Israel, serta infrastruktur militer dan pertahanan.

    IRGC mengatakan operasi tersebut juga menargetkan lokasi-lokasi tempat pasukan militer Israel berkumpul dan menyebut serangan itu sebagai sebuah keberhasilan.

    RUDAL IRAN - Tangkap layar Al Mayadeen, memperlihatkan peluncuran rudal Sejjil dalam gelombang ke-54 Operasi Janji Sejati 4. Ini pertama kalinya dalam perang kali ini Iran meluncurkan rudal jenis tersebut. (Tangkap layar X @AlMayadeenNews)
    RUDAL IRAN - Tangkap layar Al Mayadeen, memperlihatkan peluncuran rudal Sejjil dalam gelombang ke-54 Operasi Janji Sejati 4. Ini pertama kalinya dalam perang kali ini Iran meluncurkan rudal jenis tersebut. (Tangkap layar X @AlMayadeenNews) (Al Mayadeen)

    Para pejabat Iran mengatakan gelombang serangan tersebut mencakup penggunaan operasional pertama rudal balistik strategis Sejjil dalam perang saat ini.

    Sejjil adalah rudal balistik dua tahap yang dirancang dan dikembangkan secara lokal serta ditenagai oleh propelan padat.

    Rudal ini juga dikenal dengan nama lain, termasuk Sajjil, Ashoura, dan Ashura.

    Baca juga: Kombinasi Rudal Sejjil Iran dan Satelit Pemandu BeiDou China Hajar Pusat Komando Udara Israel?

    Apa Itu Rudal Sejjil?

    Mengutip NDTV, Sejjil-2 Iran adalah rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dua tahap dengan perkiraan jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan kapasitas muatan sekitar 700 kilogram.

    Karena kemampuannya bermanuver di ketinggian, rudal ini dijuluki dancing missile atau "rudal menari", merujuk pada kemampuannya menghindari sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome.

    Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), rudal ini memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter sekitar 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram.

    Desain berbahan bakar padatnya menawarkan keunggulan strategis karena memungkinkan persiapan dan peluncuran dilakukan lebih cepat dibandingkan sistem berbahan bakar cair yang lebih tua, seperti seri Shahab.

    Pekerjaan perancangan rudal Sejjil dimulai pada awal 1990-an.

    Menurut CSIS, uji peluncuran pertama dilakukan pada 2008, ketika rudal tersebut dilaporkan menempuh jarak sekitar 800 kilometer.

    Peluncuran kedua dilakukan pada Mei 2009 untuk mengevaluasi sistem panduan dan navigasi yang lebih baik.

    Empat uji penerbangan tambahan telah dilakukan sejak 2009.

    Dalam uji keenam, rudal tersebut dilaporkan menempuh jarak sekitar 1.900 kilometer hingga Samudra Hindia.

    Perang Iran vs AS-Israel Memasuki Hari ke-17

    Perang antara Iran dan Israel-AS memasuki hari ke-17 pada Senin (16/3/2026).

    Pertempuran dimulai pada 28 Februari lalu saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap beberapa lokasi di Iran.

    Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut.

    Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk, sementara Israel dan Amerika Serikat terus menyerang situs-situs di Iran.

    Laporan menyebutkan perang tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, yang sebagian besar berada di Iran.

    Pentagon mengatakan pasukan AS dan Israel telah menyerang lebih dari 15.000 target di seluruh Iran sejak konflik dimulai.

    Media AS juga melaporkan bahwa Pentagon telah mengirimkan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke wilayah tersebut bersama sekitar 2.500 Marinir seiring berlanjutnya pertempuran.

    Negosiasi

    Hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua belah pihak mengupayakan negosiasi atau gencatan senjata.

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran tidak meminta gencatan senjata atau negosiasi dalam perang yang sedang berlangsung antara IranAmerika Serikat, dan Israel.

    “Tidak, kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi,” kata Araghchi dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Minggu (15/3/2026).

    “Kami siap membela diri selama diperlukan. Dan inilah yang telah kami lakukan sejauh ini, dan kami akan terus melakukannya,” katanya.

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pun meragukan kesiapan Iran untuk berdialog.

    Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Washington tetap berhubungan dengan Iran, tetapi menyatakan skeptisisme bahwa Iran siap untuk negosiasi serius guna mengakhiri konflik.

    Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan pemerintahannya sedang berbicara dengan Iran.

    “Namun, saya rasa mereka belum siap,” ujarnya.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)


    Komentar
    Additional JS