0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Tolak Negosiasi, AS Habiskan Rp 94 T dalam 2 Hari, Araqchi: Amerika Gagal dan Bingung Sendiri - Tribunnews

    8 min read

      

    Iran Tolak Negosiasi, AS Habiskan Rp 94 T dalam 2 Hari, Araqchi: Amerika Gagal dan Bingung Sendiri

    Amerika mulai megap-megap. Dana perang mereka kurang dalam melawan Iran. Amerika berencana meminta anggaran dari Kongres AS.



    Iran Tolak Negosiasi, AS Habiskan Rp 94 T dalam 2 Hari, Araqchi: Amerika Gagal dan Bingung Sendiri 

    TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran melawan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel tampaknya akan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

    Indikasi itu ditunjukkan saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengumumkan kalau negosiasi dengan Amerika Serikat tidak lagi menjadi agenda Iran.

    Araqchi juga menyatakan, Iran menolak kemungkinan dimulainya kembali dialog dengan Washington dalam waktu dekat.

    Baca juga: Amerika Pertimbangkan Kirim Delta Force Masuk Wilayah Iran, Perang Darat Hancurkan Isfahan

    Berbicara kepada PBS, Araqchi mengatakan, "Saya rasa isu dialog atau negosiasi dengan Amerika tidak akan kembali ke agenda kita lagi, karena kita telah memiliki pengalaman yang sangat pahit dalam bernegosiasi dengan Amerika."

    Ia mencatat bahwa semua orang menunggu pidato dan pernyataan Pemimpin Tertinggi yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, yang akan diumumkan kemudian.

    Menteri Luar Negeri Iran itu menekankan kalau Iran akan terus membalas serangan yang dilancarkan AS dan Israel.

    "Peluncuran rudal kita terus berlanjut, dan kita siap untuk melanjutkan serangan rudal terhadap mereka selama diperlukan dan kapan pun dibutuhkan," katanya.

    Araghchi menganggap rencana awal Amerika untuk perang tersebut telah gagal.

    “Mereka mengira bahwa dalam dua atau tiga hari mereka dapat mencapai perubahan rezim dan memperoleh kemenangan yang cepat dan bersih, tetapi mereka tidak berhasil. Menurut pendapat saya, rencana awal mereka gagal, dan sekarang mereka sedang menguji rencana lain, tetapi semuanya juga gagal,” kata Araqchi.

    SERANG TEHERAN - Kepulan asap hitam setelah serangan udara Israel di Kota Teheran, Iran. Pada Selasa (22/6/2025), Israel kembali menyerang Teheran seusai menuding Iran melanggar gencatan senjata.
    SERANG TEHERAN - Kepulan asap hitam setelah serangan udara Israel di Kota Teheran, Iran. Pada Selasa (22/6/2025), Israel kembali menyerang Teheran seusai menuding Iran melanggar gencatan senjata. (khaberni/tangkap layar)

    AS-Israel Membabi-buta

    Menteri Iran tersebut menuduh Amerika Serikat dan Israel "secara membabi buta" menargetkan warga sipil dan infrastruktur, dengan mengatakan:

    "Hari ini mereka menargetkan daerah pemukiman kami, rumah sakit kami, dan sekolah-sekolah kami; mereka bahkan menyerang infrastruktur kami, yang merupakan tindakan yang sangat berbahaya."

    Ia menambahkan, "Amerika Serikat bertanggung jawab atas gugurnya 168 siswi tak berdosa di Minab, yang sedang duduk di kelas mereka ketika tiba-tiba dibunuh oleh tentara Amerika."

    Araghchi menekankan kalau  Washington jelas bingung, dengan target dan tujuan perang yang mereka mulai sendiri.

    "Saya rasa mereka tidak memiliki tujuan realistis untuk perang ini, karena ada semacam kebingungan yang terlihat dalam kata-kata dan tindakan mereka."

    Dia menunjukkan bahwa dampak serangan ini mulai tercermin dalam harga minyak global.

    Dia menyimpulkan, "Awalnya mereka gagal mencapai tujuan mereka, dan sekarang, setelah sepuluh hari, mereka tampaknya tidak memiliki tujuan sama sekali."

    AS Habiskan Rp 94 Triliun dalam 2 Hari

    Terkait kemungkinan berlangsung lamanya perang, media AS, The Washington Post, mengutip pejabat AS, mengungkapkan bahwa militer AS mengonsumsi amunisi senilai sekitar 5,6 miliar dolar AS atau setara Rp 94,4 triliun hanya dalam dua hari serangan.

    Dana perang fantastis itu terjadi selama dua hari pertama serangan militernya terhadap Iran.

    Menurut para pejabat, tingkat konsumsi amunisi dalam waktu sesingkat itu menyoroti tingginya biaya serangan militer AS.

    Sebaliknya, juru bicara Pentagon menegaskan kalau Departemen Pertahanan memiliki semua yang diperlukan untuk melaksanakan misi apa pun yang diputuskan oleh presiden AS, kapan pun dan di mana pun, serta dalam jangka waktu yang dibutuhkan.

    Para pejabat AS mengindikasikan bahwa pemerintah AS mungkin akan mengajukan permohonan kepada Kongres minggu ini untuk anggaran tambahan bagi Departemen Perang, mengingat peningkatan signifikan dalam biaya operasi militer.

    Para pejabat menjelaskan bahwa anggaran tambahan yang akan diminta oleh pemerintah dapat mencapai puluhan miliar dolar, dengan tujuan mendukung operasi militer yang sedang berlangsung melawan Iran.

    Permintaan anggaran perang tambahan ini kemungkinan besar menghadapi penentangan dari Partai Demokrat.

     

     

    (oln/twp/khbrn/*)

     

     
     


    Komentar
    Additional JS