Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat - detik
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga terkena tembakan Iran saat menjalankan misi tempur.
Insiden itu memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan udara AS di kawasan Timur Tengah.
Dua sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengonfirmasi bahwa serangan itu diyakini berasal dari Iran.
Baca juga: Iran Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret, Perayaan di Tengah Perang
Peristiwa ini disebut-sebut menjadi pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat militer AS dalam konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026 akibat operasi militer gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).
F-35 terkena serangan
Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan, jet tempur generasi kelima itu sedang menjalankan operasi tempur di atas wilayah Iran ketika insiden terjadi.
Ia menjelaskan, “Pesawat itu mendarat dengan selamat, dan pilot berada dalam kondisi stabil.” Hawkins menambahkan, “Insiden ini sedang dalam penyelidikan.”
Meski mengalami kerusakan, pesawat berhasil kembali ke pangkalan tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak awak.
Insiden lain libatkan pesawat AS
Sejauh ini, militer AS memang telah kehilangan sejumlah pesawat selama konflik, namun belum ada yang sebelumnya dipastikan terkena tembakan musuh.
Tiga jet tempur F-15 AS sempat jatuh akibat salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Seluruh enam awak berhasil selamat setelah melontarkan diri dari pesawat.
Selain itu, pekan lalu pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker jatuh di wilayah Irak barat. Penyebab kecelakaan masih belum jelas, namun militer AS menegaskan insiden tersebut “bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau salah tembak.” Seluruh enam awak di dalam pesawat KC-135 tersebut dilaporkan tewas.
Baca juga: Iran Perketat Perbatasan, Warga Dilarang ke Turkiye, Ini Dampaknya
AS kirim tambahan pasukan
Di tengah eskalasi konflik yang kini akan memasuki minggu keempat, Amerika Serikat terus mengirimkan tambahan kekuatan militer ke kawasan.
Sebelumnya dilaporkan bahwa satu unit Marinir Ekspedisioner menuju wilayah konflik. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa unit tersebut adalah 31st Marine Expeditionary Unit dari Okinawa, bersama kelompok kapal amfibi Tripoli.
Kapal perang USS Tripoli bahkan terlihat mendekati Singapura pada awal pekan ini.
Meski insiden terus terjadi, pejabat tinggi AS tetap menyatakan optimisme. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan pada Kamis bahwa Amerika Serikat “menang secara menentukan” dan bahwa sistem pertahanan udara Iran telah “dilumpuhkan.”
Baca juga: China Terkejut Militer Israel Diizinkan Bunuh Pejabat Iran
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang