0
News
    Home Berita. Drone Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial Ukraina

    Ratusan Pakar Ukraina Merapat ke Timur Tengah Lawan Drone Iran - Detik

    3 min read

      

    Ratusan Pakar Ukraina Merapat ke Timur Tengah Lawan Drone Iran

    Fino Yurio Kristo - detikInet


    Drone Ukraina. Foto: Drone XL

    Jakarta -

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan ratusan pakar militer Ukraina kini berada di kawasan Teluk dan Timur Tengah untuk membantu pemerintah setempat dalam pertahanan melawan serangan drone Iran.

    Dalam pidatonya di hadapan puluhan anggota Parlemen Inggris di London, Zelensky mengungkapkan bahwa 201 pakar anti-drone Ukraina telah berada di kawasan itu, sementara 34 lainnya siap dikerahkan.

    "Mereka adalah pakar militer, ahli yang tahu cara membantu dan cara bertahan melawan drone Shahed," ujar Zelenskyy, merujuk drone kamikaze rancangan Iran yang digunakan Rusia dalam perangnya melawan Ukraina sejak 2022.

    "Tim kami sudah berada di Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan dalam perjalanan menuju Kuwait," lanjutnya, dikutip detikINET dari Al Jazeera.

    Ia menambahkan Ukraina sedang bekerja sama dengan beberapa negara lain melalui perjanjian yang sudah disepakati. Zelensky, yang sebelumnya bertemu PM Inggris Keir Starmer dan Sekjen NATO Mark Rutte, menyebut Rusia menerima drone Shahed-136 dari Iran. Pihak Iran juga yang mengajari Rusia cara meluncurkan dan memberikan teknologi untuk memproduksinya.

    "Rusia kemudian melakukan pemutakhiran. Sekarang kami punya bukti jelas bahwa Shahed milik Iran yang digunakan di kawasan tersebut mengandung komponen dari Rusia," kata Zelensky. Ia mendeskripsikan drone tersebut dirancang untuk kehancuran murah bagi infrastruktur kritis yang mahal.

    "Jadi, apa yang terjadi di sekitar Iran saat ini bukanlah perang yang jauh bagi kami, karena adanya kerja sama antara Rusia dan Iran," tambahnya.

    Pemimpin Ukraina tersebut kemudian memaparkan kemajuan pesat negaranya dalam peperangan dan manufaktur drone. Ia mengklaim 90% kerugian tempur Rusia di garis depan Ukraina disebabkan oleh drone Ukraina

    Menurutnya, Ukraina telah beralih dari memproduksi drone laut dan udara ke produksi drone pencegat (interceptor). Ukraina diklaim mampu memproduksi setidaknya 2.000 pesawat pencegat per hari. Setengahnya digunakan untuk pertahanan dalam negeri, sementara sisanya tersedia untuk sekutu Kyiv.

    "Jika sebuah Shahed perlu dihentikan di Emirat, kami bisa melakukannya. Jika perlu dihentikan di Eropa atau Inggris, kami bisa melakukannya. Ini adalah masalah teknologi, investasi, dan kerja sama," tuturnya.

    Meskipun Ukraina telah menjadi salah satu produsen pencegat drone tercanggih dunia yang teruji di medan tempur, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak membutuhkan bantuan Ukraina untuk menangkal drone Iran yang menargetkan sasaran militer di Timur Tengah.


    Komentar
    Additional JS