0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel - detik

    4 min read

     

    JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel

    Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers soal serangan AS-Israel ke Iran. (Devi Puspitasari/detikcom)
    Jakarta -

    Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) mengaku sedih atas tewasnya Ali Khamenei dalam peristiwa tersebut.

    "Dalam bulan suci Ramadan ini, kita merasa sangat prihatin begitu banyak perang di dunia ini, khususnya menyangkut di dunia Islam. Kemarin kita mengetahui bagaimana Amerika-Israel menyerang Iran. Padahal Iran dan Amerika sedang berunding," ujar JK kepada wartawan di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).

    Dia mengatakan, dari segi etik, Iran dan AS dalam tahap perundingan. JK menyayangkan dalam situasi itu AS dan Israel justru menyerang Iran.

    "Dari segi etik, kalau sedang berunding jangan serang kan? Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan karena gejala Amerika menyerang apa saja yang mereka tidak sesuai dengan pandangan-pandangannya," jelasnya.

    JK mengaku sedih Ali Khamenei wafat atas serangan AS-Israel. Kendati demikian, JK juga menyadari adanya pergolakan serta demonstrasi menyikapi kepemimpinan Khamenei tersebut.

    "Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat. Walaupun tentu juga di Iran sendiri terjadi pergolakan. Banyak di Iran ada tiga kelompok, kelompok pemerintah, juga kelompok yang ingin perubahan reformasi setelah 39 tahun yang terjadi kita tahu begitu banyak demonstrasi sebulan yang lalu," ucapnya.

    Dia mengatakan ada dua kelompok di Iran yang senang atas kematian Ali Khamenei. Namun JK tetap berduka dan menyayangkan terkait kematian pimpinan tertinggi di Iran itu.

    "Kemudian, kelompok monarki yang lama Pahlavi. Nah, ini dua kelompok ini tentu senang saja adanya situasi ini. Jadi tidak semua memang Iran itu ada suatu. Namun demikian, dengan membunuh pimpinan Ali Khamenei itu juga suatu hal yang sangat kita sayangkan dan kita bersedih dan berduka karena hal tersebut," tuturnya.

    "Dan Indonesia tentu sebagai negara yang mayoritas Islam, apalagi di bulan Ramadan ini tentu berupaya bagaimana kita setidak-tidaknya menyerukan, mendoakan ini agar berhenti segera situasi ini. Karena untuk mendamaikan itu sulit sekali dan tidak mungkin kita lakukan seperti apa yang kita harapkan seperti itu," tutupnya.

    Sebelumnya, AS dan Israel memulai operasi skala besar pada Sabtu (28/2). Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.

    Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan gabungan tersebut menewaskan lebih dari 200 orang di Iran dan menyebabkan hampir 750 orang terluka. Serangan tersebut menghantam 24 dari 31 provinsi di Iran.

    Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan sedang menyelidiki laporan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, yang menurut pejabat Iran menewaskan lebih dari 100 siswi. Angkatan Udara Israel juga melakukan penerbangan militer terbesar dalam sejarah Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dengan lebih dari 200 jet menyerang lokasi rudal Iran dan pangkalan udara IRGC.

    IDF menyatakan mereka telah menghantam sistem pertahanan di Iran barat dan tengah. IDF mengklaim bahwa mereka telah menyerang lebih dari 500 target, termasuk peluncur rudal Iran dan sistem pertahanan udara.

    Serangan AS dan Israel menewaskan sejumlah petinggi Iran. Salah satunya ialah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

    Lihat juga Video Media Iran Konfirmasi Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel




    (dvp/dwr)

    Komentar
    Additional JS