Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano Termasuk Penyakit Langka, Ini Penjelasan Dokter - Tribunnews
Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano Termasuk Penyakit Langka, Ini Penjelasan Dokter
Kanker ginjal yang diderita Vidi Aldiano sebelum meninggal termasuk penyakit yang tak umum dan jarang terjadi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Kanker ginjal yang diderita Vidi Aldiano sebelum meninggal termasuk penyakit yang tak umum dan jarang terjadi.
- Dokter menjelaskan kanker terjadi pada kurang lebih antara 3 sampai 4 orang dari 100 ribu populasi.
- Namu penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kisah perjuangan penyanyi Vidi Aldiano sebelum kepergiannya melawan kanker ginjal membuka mata banyak orang tentang penyakit yang selama ini jarang dibahas.
Selama lebih dari enam tahun, Vidi menjalani pengobatan untuk melawan kanker ginjal yang menyerangnya.
Kisah tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya tentang penyakit ini.
Baca juga: Orang Tua Idap Kanker Ginjal, Benarkah Bisa Menurun ke Anak? Dokter Jelaskan Faktanya
Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah apakah kanker ginjal termasuk penyakit yang umum terjadi.
Dokter Spesialis Urologi dari RS Indriati Solo Baru dr. Wibisono, Sp.U, menjelaskan bahwa secara statistik, kanker ginjal sebenarnya tergolong cukup jarang.
“Kalau epidemiologi atau anggar kejadiannya kanker ginjal sendiri, sebenarnya memang cukup jarang ya. Kurang lebih antara 3 sampai 4 orang dari 100 ribu populasi,”ungkapnya pada live streaming Healthy Talk pada kanal YouTube Tribun Health, Senin (16/3/2026).
Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker ginjal tidak termasuk jenis kanker dengan jumlah kasus tinggi.
Namun meski jarang, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Lebih Sering Terjadi pada Laki-laki

Selain tergolong jarang, kanker ginjal juga memiliki pola tertentu dalam kelompok pasiennya.
Penyakit ini lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan.
Faktor usia juga berperan dalam munculnya kanker ginjal.
Sebagian besar kasus biasanya terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun.
“Rata-rata kalau di literatur kita sebutkan itu di atas umur 50 ya sampai 70 tahun biasanya mulai muncul cancer ginjal,” lanjutnya.
Karena itu, ketika kanker ginjal muncul pada usia yang lebih muda, kasusnya sering dianggap tidak biasa.
Penyebab Pasti Belum Diketahui
Sampai saat ini, dunia medis belum dapat menentukan satu penyebab pasti yang memicu kanker ginjal.
Namun berbagai penelitian menunjukkan adanya sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini.
Baca juga: Empat Tantangan Penanganan Penyakit Ginjal di Indonesia: Biaya Tinggi hingga Dampak Lingkungan
Beberapa faktor risiko yang sering disebut antara lain kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, serta paparan bahan kimia tertentu.
Selain itu, faktor keturunan juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami kanker ginjal.
Jika dalam keluarga terdapat riwayat penyakit tersebut, kemungkinan untuk mengalami kondisi serupa bisa menjadi lebih tinggi.
Penyakit yang Tidak Selalu Bisa Diprediksi
Menariknya, keberadaan faktor risiko tidak selalu berarti seseorang pasti akan terkena kanker.
Ada orang yang memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah mengalami kanker.
Sebaliknya, ada juga orang yang merasa menjalani gaya hidup sehat namun tetap didiagnosis penyakit tersebut.
Hal inilah yang membuat kanker sering dianggap sebagai penyakit yang kompleks dan tidak selalu mudah diprediksi.
Kasus yang dialami Vidi Aldiano menjadi salah gambaran bagaimana penyakit serius bisa datang tanpa diduga.
Pentingnya Kesadaran Kesehatan
Karena gejalanya sering tidak terasa di awal, dokter menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Tes darah, pemeriksaan fungsi ginjal, hingga USG perut dapat membantu dokter melihat kondisi organ dalam tubuh.
Jika ditemukan kelainan sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Menjaga kesehatan bukan hanya tentang gaya hidup, tetapi juga tentang keberanian untuk memeriksa kondisi tubuh dan tidak mengabaikan tanda-tanda kecil yang muncul.