0
News
    Home Berita Featured OPM Spesial TNI TNI AL

    Karma Tragis Pentolan OPM Buntut 2 Prajurit TNI AL Gugur di Maybrat - detik

    5 min read

     

    Karma Tragis Pentolan OPM Buntut 2 Prajurit TNI AL Gugur di Maybrat


    Anggota OPM bernama Peltu Alfons Sorri, tewas saat kontak tembak dengan aparat. Foto: (dok. istimewa)
    Maybrat -

    Aparat menembak mati anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Peltu Alfons Sorri, yang merupakan Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya-Kodap IV Sorong Raya. Alfons tewas saat kontak tembak dengan aparat yang melakukan penyisiran usai dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) gugur di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

    Alfons terlibat kontak tembak dengan aparat yang melakukan penyisiran di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Minggu (22/3). Dalam kontak tembak tersebut, Alfons dilaporkan tewas.

    "Kalau sesuai informasi dari yang mereka (OPM) nyatakan memang betul. Informasi yang kita dapatkan di bawah memang begitu (Peltu Alfons Sorri tewas)," kata Kapendam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu kepada detikcom, Kamis (26/3/2026).

    Di sisi lain, Daniel menipis isu yang menyebut jenazah Alfons ditahan aparat TNI. Meski demikian, dia baru akan memastikan terkait keberadaan jasad Alfons.

    "Jadi kalau ada yang mengatakan jasad masih ditahan oleh TNI itu tidak benar. Untuk apa mau ditahan," tegasnya.

    2 Prajurit TNI AL Gugur

    Dua prajurit TNI AL gugur dalam kontak tembak di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Maybrat pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Satu anggota marinir juga dilaporkan luka dalam insiden tersebut.

    Kedua korban gugur bernama Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio. Total ada tiga prajurit TNI AL yang menjadi korban dalam penembakan oleh OPM. Satu lainnya bernama Kopda Marinir Eko Sutikno mengalami luka.

    "Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Bupati Maybrat Karel Murafer, kepada wartawan, Minggu (22/3).

    Karel menyesalkan adanya penembakan terhadap prajurit TNI AL yang bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karel berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

    "Kami berharap dengan dukungan doa bahwa jenazah mereka bisa dikirim ke orang tua dan kita sama-sama mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," tuturnya.

    OPM Rampas 2 Senpi

    Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengakui menjadi dalang penembakan terhadap 3 prajurit TNI AL di Maybrat. Pelaku juga merampas senpi milik korban.

    "Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom dalam keterangannya, Senin (23/3).

    Tembakan OPM melukai prajurit TNI AL saat menyerang pos militer di lokasi kejadian. Dia mengaku serangan itu mengakibatkan warga sipil ketakutan dan mengungsi.

    "Penyerangan pos militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali akibat takut akibat serangan balasan dan operasi militer Indonesia ke pemukiman warga," jelasnya.

    (asm/asm)

    Komentar
    Additional JS