0
News
    Home Berita Featured Kasus Kriminal Spesial Wisata Wisata Indonesia

    Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan? - detik

    3 min read

     

    Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?

    Suasana sore di Jalan Raya Pantai Kuta yang agak lengang, Badung, Sabtu (20/12/2025). (Aryo Mahendro/detikBali).
    Jakarta -

    Bule Belanda tewas secara mengenaskan usai ditusuk di sebuah vila di Kerobokan, Bali. Keamanan Pulau Dewata dipertanyakan.

    Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya merespons spekulasi keamanan Bali setelah korban berinisial RP tewas dan pelaku belum ditemukan.

    "Adanya satu dua kasus bukan berarti Bali tidak aman, tentu Bali sangat aman untuk wisatawan," kata Sumarajaya kepada detikBali, Kamis (26/3/2026).

    Meski begitu, Sumarajaya menegaskan setiap kasus yang merusak citra pariwisata Bali tidak disepelekan.

    "Dengan koordinasi kami bisa melakukan upaya bersama dengan berbagai pihak," kata dia.

    Kemudian, Pemprov Bali akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan Bali.

    "Peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak perlu ditingkatkan untuk menjaga keamanan Bali," kata Sumarajaya.

    Ya, RP (49) ditemukan tewas bersimbah darah di depan vila tempatnya menginap di kawasan Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, Senin (23/3) malam. Korban diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh dua pria misterius.

    Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 22.00 hingga 22.50 Wita. Saat kejadian, korban bersama pacarnya berinisial PI (30) baru pulang berjalan-jalan di sekitar lokasi vila.

    Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan bahwa insiden bermula saat korban dan PI berpapasan dengan dua pria berboncengan sepeda motor.

    "Mereka berpapasan dengan pelaku yang berboncengan. Begitu melihat gelagat mencurigakan, korban menyuruh pacarnya mengunci pintu vila, tapi pelaku langsung menyerang menggunakan pisau," ujar Agus Pasek Sudina, Selasa (24/3).

    Dua pelaku tersebut sempat berbalik arah dan mengadang korban. Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online (ojol), helm hitam, dan masker biru. Sementara pelaku lainnya memakai kaus oranye tanpa helm.

    Saat PI berusaha menyelamatkan diri, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta menggunakan pisau.

    Peristiwa wisatawan celaka bahkan hingga meninggal dunia bukan terjadi satu atau dua kali. Sebelumnya, pada pekan ini, seorang turis perempuan asal China berinisial RF (22) diduga diperkosa oleh seorang pria tak dikenal di kawasan Jalan Labuansait, Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Selain itu, ponsel korban juga diambil oleh pelaku pada Senin (23/3).

    Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengatakan kejadian bermula saat korban bersama rekannya, A, asal Kazakhstan, mengunjungi sebuah bar di kawasan Uluwatu sekitar pukul 01.00 Wita.

    Sekitar pukul 04.00 Wita, A lebih dahulu meninggalkan lokasi. RF kemudian berniat kembali ke penginapannya di Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Namun, RF mengaku tidak mengingat secara jelas bagaimana dirinya bisa berada di atas sepeda motor bersama seorang pria tak dikenal.

    "Korban tidak ingat tiba-tiba sudah berada di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki yang memakai baju warna biru gelap dan korban menyadari bahwa laki-laki tersebut bukan ke arah Wingsu Guest House tempatnya menginap," ujar Ariasandy, Rabu (25/3).

    Bali juga dibuat geger pada awal Maret setelah ditemukan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

    Dari hasil uji Deoxyribonucleic Acid (DNA) dipastikan potongan tubuh tersebut milik warga negara (WN) Ukraina yang dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan di Jimbaran, Kuta Selatan. Bule Ukraina seorang pria berusia 28 tahun, Igor Komarov.


    Komentar
    Additional JS