Konflik Timur Tengah Memanas, PBB Sebut Distribusi Bantuan Kemanusiaan Terganggu - Sumselupdate
Konflik Timur Tengah Memanas, PBB Sebut Distribusi Bantuan Kemanusiaan Terganggu
PBB, Sumselupdate.com – Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah berdampak serius terhadap pengoperasian bantuan kemanusiaan. Gangguan pada rute pelayaran dan perjalanan dilaporkan memengaruhi rantai pasokan bantuan ke wilayah terdampak konflik.
Hal tersebut disampaikan oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), badan kemanusiaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Rabu (4/3).
OCHA menyatakan gangguan tersebut tidak hanya menghambat distribusi bantuan, tetapi juga membatasi pergerakan para pekerja kemanusiaan di lapangan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperburuk krisis pangan di sejumlah wilayah yang terdampak konflik.
Otoritas di Lebanon melaporkan lebih dari 50 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam dua hari terakhir. Serangan yang dilakukan Israel menghantam sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk Lebanon selatan, Baalbek, Chouf, serta pinggiran selatan Beirut.
Selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar, tiga paramedis dilaporkan tewas dan enam lainnya terluka saat sedang merespons dampak serangan udara pada Selasa (3/3).
“Warga sipil terus mengungsi, sering kali hanya dengan pakaian yang mereka kenakan dan barang-barang yang dapat mereka bawa,” ungkap OCHA dalam laporannya.
Sejak konflik meningkat, sedikitnya 80.000 orang telah mengungsi ke tempat penampungan kolektif. Namun, jumlah tersebut disebut hanya sebagian kecil dari total warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Perintah evakuasi paksa juga terus dikeluarkan, termasuk perintah terbaru pada Rabu yang mencakup seluruh wilayah di selatan Sungai Litani, kawasan yang dihuni ratusan ribu penduduk.
Meski situasi semakin sulit, OCHA menyatakan para mitra kemanusiaan terus bekerja sama dengan otoritas nasional dan lokal untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Tim tanggap cepat saat ini sedang melakukan penilaian kebutuhan dan menyalurkan pasokan darurat di berbagai wilayah terdampak serta lokasi penampungan pengungsi. Sejauh ini, mitra di sektor ketahanan pangan telah mendistribusikan makanan hangat kepada lebih dari 20.000 pengungsi dan makanan siap saji kepada lebih dari 15.000 orang.
Selain itu, mitra kesehatan bersama Kementerian Kesehatan Publik Lebanon juga menyediakan obat-obatan serta memperluas layanan kesehatan primer keliling di tempat-tempat penampungan.
Sementara itu, mitra di bidang air dan sanitasi turut mendukung operasional fasilitas pengolahan limbah dan air bersih, termasuk dengan menyediakan pasokan bahan bakar yang diperlukan.
Di wilayah Jalur Gaza, OCHA melaporkan para pekerja bantuan terus mendesak agar pembatasan pengiriman bantuan dicabut. Mereka juga menyampaikan bahwa koordinasi pergerakan kemanusiaan dengan otoritas Israel di Gaza kembali dilanjutkan di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menurut OCHA, para mitranya berhasil mengoordinasikan tiga misi ke perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem pada Rabu untuk mengambil kargo bantuan sekaligus memantau operasional di wilayah tersebut.
OCHA kembali menegaskan pentingnya membuka lebih banyak perlintasan menuju Gaza serta memastikan aliran pasokan bantuan, termasuk bahan bakar, dapat masuk secara aman dan berkelanjutan agar operasi kemanusiaan dapat terus ditingkatkan.
(**)
