HUT ke-81 RI di Wonosobo Digelar Tanpa Tenda Khusus Pejabat - Viva

WONOSOBO, VIVA Jogja – Peringatan HUT ke-81 Republim Indonesia (RI) di Wonosobo berlangsung sangat sederhana. Acara ini digelar tanpa tenda khusus untuk pejabat.
Baca Juga
Seluruh peserta upacara berdiri bersama di bawah terik matahari. Suasana hangat terasa sangat kuat sepanjang acara.
Pihak panitia hanya menyediakan kursi khusus bagi veteran. Hal ini menjadi simbol penghormatan atas jasa mereka.
Baca Juga
Langkah ini menegaskan bahwa kemerdekaan milik semua warga. Pemimpin harus selalu hadir melayani tanpa ada sekat.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bertindak sebagai inspektur. Ia menyampaikan amanat penting terkait arti kesetaraan.
Baca Juga
"Tidak ada sekat karena jabatan dalam perayaan ini. Ketika rakyat berdiri di bawah terik matahari, pemimpin pun harus tegak bersama," kata Afif.
Oleh karena itu, momen HUT ke-81 RI di Wonosobo terasa spesial. Pemimpin harus mampu mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
Semangat Gotong Royong dan Kesetaraan Pembangunan
Semangat ini wajib diwujudkan dalam kebijakan serta pelayanan publik. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri dalam membangun daerah.
Maka dari itu, masyarakat memegang peran penting dalam pembangunan. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan bersama.
Hasil pembangunan harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal di belakang.
"Pembangunan yang kuat adalah hasil dari kerja bersama. Kemajuannya tentu harus bisa dirasakan bersama oleh warga," tambahnya.
Selain itu, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas. Ia memuji kinerja DPU, DLH, BPBD, dan Satpol PP.
Mereka telah menjaga kawasan Alun-Alun Wonosobo dengan baik. Ruang publik ini tetap bersih, tertib, dan nyaman.
Selanjutnya, Afif mengingatkan bahwa perjuangan bangsa belum selesai. Tantangan saat ini adalah mewujudkan kesejahteraan secara merata.
Melalui HUT ke-81 RI di Wonosobo, komitmen daerah ditegaskan. Semua pihak siap bekerja demi kemajuan bersama.
"Semangat kemerdekaan ini harus terus menyala di daerah. Pemerintah dan masyarakat berdiri serta menjaga hasil pembangunan bersama," pungkasnya.
Kemerdekaan terasa nyata ketika sekat pimpinan dan warga hilang. Semua orang menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata.