0
News
    Home Berita Brebes Cikampek Featured Korlantas Lebaran Mudik One Way Spesial

    Korlantas Berlakukan One Way Sepenggal dari Cikampek sampai Brebes - Tribunnews

    6 min read

     

    Korlantas Berlakukan One Way Sepenggal dari Cikampek sampai Brebes

    Korlantas Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama di Tol Trans Jawa, mulai Selasa (17/3/2026) sore.

    Korlantas Berlakukan One Way Sepenggal dari Cikampek sampai Brebes

    TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama di Tol Trans Jawa, mulai Selasa (17/3/2026) sore.

    Penerapan sistem satu arah ini dimulai dari KM 70 Cikampek Utama (Cikatama), Jawa Barat, hingga KM 263 Brebes Barat, Jawa Tengah. 

    Berkait dengan one way itu, untuk wilayah Jawa Tengah dilakukan penutupan sementara akses masuk tol arah Jakarta (jalur B) di 2 titik, yaitu Gerbang Tol (GT) Brebes Barat KM 263 dan GT Tol Pejagan KM 249. 

    Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Artanto, meminta kepada pemudik untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan kebijakan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya pengguna jalan tol, agar memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas yang berlaku, termasuk penutupan sementara sejumlah gate tol," kata Artanto, Selasa. 

    Penutupan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan yang bergerak satu arah selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi lepolisian bersama stakeholder terkait dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode arus mudik, sehingga arus lalu lintas dapat tetap terjaga lancar dan terkendali. 

    Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kepadatan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026.

    “Kami laporkan bahwa situasi arus lalu lintas saat ini dari tol kilometer 29, 57, dan 70 cukup padat. Maka dari itu, kami Korlantas Polri telah berkolaborasi dengan stakeholder, termasuk Bapak Menteri dan Dirut Jasa Marga,” kata Agus dalam siaran pers, Selasa.

    “Kami akan melakukan sosialisasi berkaitan dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama antara Kilometer 70 sampai Kilometer 263 di wilayah Jawa Tengah," sambungnya. 

    Menurut Agus, kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, terutama menjelang puncak arus mudik.

    Agus menegaskan, rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari strategi Korlantas dalam menjaga kelancaran arus selama periode mudik Lebaran, khususnya dalam rangka Operasi Ketupat 2026. 

    Selain rekayasa lalu lintas, Agus juga menilai kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) turut membantu mengurai kepadatan.

    “Dengan adanya Work From Anywhere ini terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas," ujar dia. 

    Sebelumnya, Korlantas Polri telah merencanakan pemberlakuan one way nasional, pada Rabu (18/3/2026) hari ini, yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik.

    Agus menyebut, kebijakan tersebut akan diterapkan sekitar pukul 10.00-12.00, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real-time melalui sistem traffic accounting. 

    “Ketika nanti (berdasarkan) infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, mungkin juga bisa berubah untuk one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama yang tentunya nanti akan kami umumkan,” kata dia.

    GT Kalikangkung

    Arus kendaraan pemudik yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Jawa Tengah, meningkat, pada Selasa (17/3/2026) pukul 17.05.  

    Pantauan di lokasi, 10 gardu utama dan 9 gardu satelit telah dibuka karena traffic kendaraan mulai meningkat.

    Secara keseluruhan ada 19 gardu yang telah dibuka. 

    Berdasarkan data Pos Pengamanan GT Kalikangkung, kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol Kalikangkung mencapai 2.230 kendaraan selama satu jam, pada pukul 15.00-16.00.

    "Pukul 06.00-16.00 mencapai 18.479 kendaraan yang melintas Gerbang Tol Kalikangkung," kata Kepala Pos Pengamanan GT Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono.  

    Sementara itu, arus mudik Lebaran di kawasan Exit Tol Bawen dan Simpang Bawen, Kabupaten Semarang, terpantau ramai lancar, Selasa (17/3/2026).

    Kendaraan yang melintas masih didominasi oleh kendaraan dalam kota, sementara pemudik dari luar daerah masih terbilang minim.

    Padahal, biasanya, kawasan Exit Tol Bawen hingga Simpang Bawen ini menjadi langgangan kepadatan arus lalu lintas.

    Menjelang Idulfitri ini, kawasan tersebut terpantau lancar. 

    Petugas Supeltas Bawen, Lulut mengatakan, kondisi lalu lintas hingga saat ini masih terkendali.

    Salah satu faktor yang mendukung kelancaran arus adalah telah dibukanya akses Exit Tol Ambarawa.

    "Untuk hari ini terpantau ramai lancar. Kendaraan masih bisa dikondisikan, apalagi Exit Tol Ambarawa sudah dibuka, jadi arus tidak menumpuk di satu titik," ujarnya.

    Menurutnya, kendaraan dari luar kota yang melintas di kawasan Bawen tersebut masih tergolong sedikit.

    Ia memperkirakan lonjakan arus mudik kemungkinan baru akan terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan.

    "Kendaraan luar kota masih satu dua saja. Kemungkinan besok mulai ada peningkatan arus lalu lintas," ujarnya. 

    Dia menyebut, sejumlah titik rawan kepadatan yang menjadi perhatian petugas di antaranya kawasan Taman Bawen, Simpang Gembol, serta Exit Tol Bawen.

    Petugas terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi kemacetan.

    Lulut menegaskan, petugas Supeltas selalu siap siaga untuk mengatur arus lalu lintas, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan.

    Dalam kondisi normal, terdapat tiga personel yang berjaga selama 24 jam.  

    "Supeltas selalu standby. Biasanya ada tiga personel yang berjaga 24 jam. Kalau terjadi lonjakan arus, nanti akan ditambah personel," tuturnya. (Wahyu Nur Kholik/Reza Gustav/Eka Yulianti Fajlin)


    Komentar
    Additional JS