0
News
    Home Berita Boyolali Featured Makan Bergizi Gratis Pisang Roti Sosis Spesial SPPG

    LSM Soroti Menu MBG di SPPG Gagaksipat Boyolali, Anggaran Rp8 Ribu Cuma Dapat Roti, Sosis dan Pisang - Tribunnews,

    7 min read

     

    LSM Soroti Menu MBG di SPPG Gagaksipat Boyolali, Anggaran Rp8 Ribu Cuma Dapat Roti, Sosis dan Pisang

    Lembaga Pengembangan Anak Indonesia menilai paket makanan berupa roti, sosis, dan pisang tidak sebanding dengan anggaran Rp8 ribu per porsi.

    Ringkasan Berita:
    • LSM menilai menu MBG Dapur 2 SPPG Gagaksipat tidak sesuai anggaran Rp 8 ribu dan kurang nutrisi.
    • Pengelola menyebut harga roti, sosis, dan pisang total Rp 8 ribu dan sudah sesuai ketentuan.
    • Menu disusun berdasarkan standar ahli gizi; susu dan telur dijadwalkan dua kali seminggu.

     

    ‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

    ‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur 2 SPPG Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menuai sorotan.

    LSM menilai paket makanan berupa roti, sosis, dan pisang tidak sebanding dengan anggaran Rp 8 ribu per porsi.

    TAK SEBANDING - Dewi Ritaningsih dari LSM Lembaga Pengembangan Anak Indonesia saat menunjukkan foto menu MBG untuk PAUD binaannya dari dapur SPPG Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, melalui gawainya, Senin (24/2/2026). Ia menilai paket makanan berupa roti, sosis, dan pisang tidak sebanding dengan anggaran Rp 8 ribu per porsi. 
    TAK SEBANDING - Dewi Ritaningsih dari LSM Lembaga Pengembangan Anak Indonesia saat menunjukkan foto menu MBG untuk PAUD binaannya dari dapur SPPG Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, melalui gawainya, Senin (24/2/2026). Ia menilai paket makanan berupa roti, sosis, dan pisang tidak sebanding dengan anggaran Rp 8 ribu per porsi.  (Dok. Istimewa)

    Namun, pihak pengelola dapur menegaskan menu tersebut telah sesuai prosedur dan standar gizi yang ditetapkan.

    Sorotan itu disampaikan Dewi Ritaningsih dari LSM Lembaga Pengembangan Anak Indonesia.

    Baca juga: Orang Tua Murid Komplain Menu MBG di Solo Tak Layak, Sekolah Diminta Mengadu ke SPPG Wilayah

    Ia menunjukkan paket MBG kering yang diterima salah satu taman kanak-kanak binaannya saat Ramadan.

    Dewi membuka isi goodie bag dan memperlihatkan roti, sosis, serta pisang yang ada di dalamnya.

    "Ya Allah kasihan. Ini paling nggak (cuma) Rp 2.000," katanya sambil menunjukan roti, Senin (24/2/2026).

    Ia kemudian menunjukkan sosis dan pisang yang menurutnya masing-masing senilai Rp 1.000.

    Dewi mengaku sengaja mengunjungi PAUD binaannya dan terkejut dengan menu kering yang diberikan saat puasa.

    Selain mempertanyakan kesesuaian dengan anggaran pemerintah, ia juga menilai kandungan gizi dalam paket tersebut kurang memadai.

    "Ini kok nggak ada nutrisinya, padat semua orang. Lha ini nggak ada telurnya," ujarnya.

    Menurutnya, dengan anggaran yang telah ditetapkan, penyedia dapur seharusnya dapat menyajikan menu yang lebih variatif dan bernutrisi.

    Bantahan Dapur 2 SPPG Gagaksipat

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dapur 2 SPPG Gagaksipat, Yuwida Salma Lova, menyatakan harga dan kandungan gizi dalam MBG telah sesuai ketentuan.

    Ia menjelaskan, paket MBG untuk balita, PAUD, TK, dan SD kelas 1-3 dihargai Rp 8 ribu, sedangkan untuk kelas 4-6, SMP, dan SMA sebesar Rp 10 ribu.

    Pada hari pertama Ramadan, menu yang diberikan berupa roti isi daging, sosis open isi daging, dan pisang.

    "Untuk menu dari ahli gizi kita itu berdasarkan kualitas kandungan gizi bukan kuantitas menu makanannya," kata Salma.

    Baca juga: Menu MBG di Solo Dikomplain Tak Layak, Isinya Belimbing Mentah hingga Roti

    Ia juga memaparkan rincian harga tiap komponen makanan. Roti isi daging dari Joy Bakery seharga Rp 4.050 (harga reseller), sosis isi daging Rp 2.500, dan pisang ambon Rp 1.450.

    "Jadi kalau di total Rp 8 ribu. Sudah sesuai dengan dengan ketentuan," ujar Salma.

    Salma menambahkan, pihaknya telah menyusun jadwal menu MBG, termasuk pemberian susu dan telur sesuai kebutuhan.

    "Susu dan telur itu boleh diberikan 2 kali seminggu," ujarnya.

    Selain itu, dapur hanya bekerja sama dengan pemasok yang memiliki sertifikat halal untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.



    Komentar
    Additional JS