Polda Lampung Kembali Siapkan Delay System Arus Mudik Lebaran 2026 - Beritasatu
Polda Lampung Kembali Siapkan Delay System Arus Mudik Lebaran 2026
Bandar Lampung, Beritasatu.com - Polda Lampung kembali menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem tunggu (delaying system) untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Skema ini akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan di lapangan dengan memanfaatkan buffer zone di sejumlah rest area Tol Trans Sumatera.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Polda Lampung bersama Polda Banten di Mapolda Lampung, Sabtu (28/2/2026). Rakor difokuskan pada penguatan pengamanan jalur tol dan penyeberangan laut.
Pertemuan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti ASDP Indonesia Ferry, KSOP, BMKG, Kementerian Perhubungan, serta unsur TNI dan instansi terkait lainnya. Forum ini juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan pengamanan mudik pada tahun-tahun sebelumnya.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, delaying system akan diterapkan berdasarkan indikator kepadatan kendaraan dengan kategori hijau, kuning, dan merah.
“Delaying system diberlakukan situasional menyesuaikan volume kendaraan di lapangan, dengan memanfaatkan buffer zone pada rest area jalur B di Km 20, 30, 49, dan 87,” ujar Helfi.
Ia menjelaskan, ketika antrean kendaraan mencapai kategori kuning, yakni hingga Km 4, maka sistem tunggu akan langsung diterapkan untuk mengurai kepadatan.
“Ketika terjadi penumpukan pada zona kuning maupun merah, diharapkan hanya berlangsung singkat sekitar 15 menit. Setelah itu kendaraan dapat bergerak kembali sesuai kapasitas kapal,” jelasnya.
Selain rekayasa lalu lintas, Polda Lampung juga menyiagakan skrining tiket penyeberangan di sejumlah titik strategis, antara lain di rest area KM 49B dan KM 20B Tol Lampung serta beberapa ruas jalan arteri.
Pengamanan arus mudik akan dimulai sejak H-7 Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan Polri, TNI, SAR, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
Helfi menegaskan kesiapan personel dan sarana prasarana menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kami ingin memastikan kelancaran proses penyeberangan dan membantu masyarakat yang belum memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dan fisik prima, serta telah memiliki tiket sebelum berangkat.
Koordinasi solid antara Polda Lampung dan Polda Banten dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur penyeberangan Merak-Bakauheni selama periode Lebaran.