MBG di Cilacap Putar Ekonomi Warga, Dari Petani Hingga Peternak - Viva
MBG di Cilacap Putar Ekonomi Warga, Dari Petani Hingga Peternak
Cilacap, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diklaim berdampak pada pemenuhan gizi anak sekolah. Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, program ini disebut ikut menggerakkan roda ekonomi warga dari hulu ke hilir.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo, menyatakan efek ekonomi program tersebut dirasakan langsung oleh petani, peternak, pedagang hingga warga sekitar dapur layanan.
"Program MBG sebenarnya sangat memutar perekonomian rakyat apalagi untuk warga lokal, karena jika ada warga lokal yang punya ladang sayur atau apapun itu, termasuk hasil ternak, pihak MBG di lingkungan tersebut wajib membelinya," tutur dia dikutip Jumat, 27 Februari 2026.
Yudha membeberkan, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan asumsi melayani sekitar 2.000 siswa membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari.
Untuk sayuran saja, kebutuhannya mencapai 100 hingga 160 kilogram per hari. Sementara produk hewani seperti telur dan daging ayam berkisar 160 sampai 200 kilogram per hari.
"Sementara satu kecamatan di sini bisa memiliki 6-24 SPPG. Maka perputaran ekonominya luar biasa. Asumsikan ada 10 SPPG saja, maka setiap hari butuh 1-1,6 ton sayur, dan 1,6-2 ton telur atau daging ayam," katanya.
Dengan angka tersebut, perputaran uang dari belanja bahan baku dapur MBG disebut mencapai skala tonase setiap hari hanya dalam satu kecamatan. Kebutuhan bahan pangan itu dipenuhi melalui sejumlah penyedia barang atau supplier.
Dalam satu SPPG, rata-rata terdapat empat hingga enam supplier yang terlibat. Yudha menegaskan sistem pembayaran dilakukan secara langsung setelah barang diterima.
"Rata-rata ada 4-6 supplier tiap SPPG. Skema pembayaran langsung, barang datang H+1 uang masuk ke rekening supplier," kata dia.
Skema ini dinilai membantu kelancaran arus kas para pelaku usaha lokal, terutama petani dan peternak skala kecil yang selama ini kerap terkendala sistem pembayaran tempo.
Tak hanya menyerap hasil pertanian dan peternakan, dapur MBG juga diwajibkan memberdayakan warga sekitar sebagai relawan operasional. Menurut Yudha, komposisi relawan dari masyarakat setempat bahkan sudah diatur.
"Untuk relawan itu wajib 70% warga sekitar," ujarnya.
Dengan skema tersebut, program MBG di Cilacap disebut bukan hanya soal makanan bergizi untuk siswa, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal yang melibatkan banyak lapisan masyarakat.