MBG Libur 11 Hari Selama Lebaran, BGN Sebut Anggaran Hemat Rp 5 Triliun - Liputan6
MBG Libur 11 Hari Selama Lebaran, BGN Sebut Anggaran Hemat Rp 5 Triliun
Kepala BGN menyebut program MBG akan kembali operasional tanggal 31 Maret.
Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur Idulfitri 2026. Pengiriman MBG terakhir kali pada Jumat (13/3/2026) kemarin.
Keputusan ini menyesuaikan kalender libur sekolah dan aktivitas masyarakat selama masa mudik Lebaran di seluruh Indonesia. Penghentian sementara ini diklaim tak mengganggu kebutuhan gizi para penerima manfaat utama.
"Untuk yang Idulfitri ya, perlu saya sampaikan bahwa untuk anak sekolah, penyaluran terakhir tanggal 13 Jumat kemarin," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Sementara pengiriman MBG untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, balita dan lansia dilakukan hari ini. Menurut Dadan, durasi penyaluran ke kelompok rentan lebih panjang demi memastikan stok gizi mereka tetap terpenuhi sampai memasuki masa puncak libur nasional.
"Nah, kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita terakhir hari ini," ujarnya.
MBG Beroperasi lagi 31 Maret
Setelah pendistribusian terakhir pada hari ini selesai dilakukan, seluruh tim operasional di lapangan akan memasuki masa libur lebaran. Dadan memastikan, program ini akan langsung tancap gas kembali segera setelah masa libur resmi berakhir di akhir bulan Maret ini.
"Kita akan merayakan Idulfitri, dan program makan bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret," tegasnya.
Anggaran Hemat Triliunan
Dadan menambahkan, keputusan untuk meliburkan program makan bergizi selama masa lebaran memberikan dampak signifikan pada efisiensi keuangan negara. Angkanya mencapai triliunan Rupiah.
"Kurang lebih sekitar Rp 5 triliun ya. Dihemat dengan seperti itu," ujar Dadan.
Dadan memastikan, anggaran tersebut tetap tersimpan di kas negara dan menjadi bukti efisiensi pengelolaan program nasional yang berbasis pada kehadiran target sasaran di lapangan.
Reporter: Nur Habibie/merdeka.com