0
News
    Home Bansos Bantuan Sosial Berita Efisiensi Featured Keuangan Makan Bergizi Gratis Spesial

    MBG Tak Terdampak Efisiensi, Bansos Ditambah, Pemerintah Siapkan Pangkas Anggaran Kementerian - Tribunnews

    9 min read

      

    MBG Tak Terdampak Efisiensi, Bansos Ditambah, Pemerintah Siapkan Pangkas Anggaran Kementerian


    Program bantuan sosial (bansos) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak akan ikut terdampak.

    MBG Tak Terdampak Efisiensi, Bansos Ditambah,  Pemerintah Siapkan Pangkas Anggaran Kementerian

    SERAMBINEWS.COM – Pemerintah mulai menyusun langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.

    Sejumlah kementerian dan lembaga disebut akan mengalami pemangkasan anggaran, termasuk pembatasan pengajuan program baru.

    Kebijakan ini disiapkan sebagai upaya menjaga disiplin fiskal, terutama di tengah kenaikan harga minyak dunia yang ikut menekan ruang keuangan negara.

    Meski begitu, keputusan final terkait besaran pemotongan masih dalam tahap pembahasan.

    Menteri Keuangan, Purbaya, disebut tengah mengkaji skema pemangkasan yang paling realistis untuk diterapkan di berbagai sektor kementerian.

    Namun di tengah wacana efisiensi tersebut, pemerintah memberikan penegasan penting.

    Program bantuan sosial (bansos) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak akan ikut terdampak.

    Baca juga: Mohamed Salah Umumkan Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025–2026

    Penjelasan Purbaya soal efisiensi

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah memang perlu menyesuaikan anggaran kementerian dan lembaga.

    Menurutnya, selama ini beberapa kementerian masih rutin mengajukan tambahan anggaran dalam jumlah besar, sehingga langkah pemangkasan diperlukan untuk memastikan belanja negara tetap terkendali.

    "Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, sekian puluh triliun, kita potong kalau yang itu, yang lain kita akan sesuaikan," ujar Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

    Meski melakukan efisiensi, Purbaya menegaskan langkah ini tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

    Pemerintah tetap memastikan aktivitas ekonomi berjalan dengan lancar.

    "Tapi, ini enggak akan sampai mempengaruhi ekonomi. Kita pastikan juga ekonomi yang terjaga baik. Itu saya monitor terus," tambahnya.

    Ia menuturkan, saat ini, pemerintah tengah menghitung besaran efisiensi anggaran yang akan diterapkan.

    Salah satu skenario yang dibahas adalah pemangkasan sekitar 10 persen dari anggaran kementerian/lembaga.

    Baca juga: Israel Serang Jalur Pasokan Senjata Rusia–Iran di Laut Kaspia

    Namun, menurut Purbaya, usulan efisiensi tersebut belum final karena masih dalam tahap diskusi.

    Pemerintah masih merumuskan persentase final pemangkasan anggaran tersebut, dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing kementerian.

    "Kita lagi hitung, untuk semua kementerian. Tadinya kita usulkan mereka mengajukan (efisiensi) 10 persen, tetapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong, malah nambah terus. Ya sudah saya bilang saya potong, nanti mereka sesuaikan. Tetapi, persenannya kita lagi diskusikan," ujar dia.

    Baca juga: Gus Yaqut Kembali ke Rutan, Kenakan Sepatu Mewah dan Tangan Tak Diborgol, KPK: Ada Pengawasan

    MBG tidak akan disetop

    Presiden Prabowo Subianto mengatakan, banyak cara pemerintah melakukan penghematan jika terjadi suatu krisis.

    Menurut Prabowo, jangan sampai setiap kali ada krisis, langsung meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

    "Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," kata Prabowo, dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, pada Minggu (22/3/2026).

    Prabowo mengatakan, program MBG juga mendapat apresiasi dari Rockefeller Institute dari Amerika Serikat.

    Program MBG, lanjut Prabowo, disebut sebagai investasi terbaik bagi sumber daya manusia.

    "Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang real yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," imbuh Prabowo.

    Prabowo mengatakan, program MBG akan dipertahankan.

    Ia menilai, lebih baik uang negara dipakai untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.

    "Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," ujar dia.

    Presiden Prabowo sangat optimistis dengan program MBG.

    "Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat. Saya rencana saya di sini," tutur dia.

    Menurut Prabowo, banyak anak-anak di luar Jawa yang sangat membutuhkan MBG hingga ada yang membungkusnya untuk dimakan di rumah.

    Meski Kepala Negara juga mengakui program ini masih ada kekurangannya, namun hal ini terus diperbaiki.

    Mantan Menteri Pertahanan ini bahkan menyebut sudah menutup lebih dari 1.000 SPPG bermasalah.

    "Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan sangat membutuhkan," tutur dia.

    Bansos aman, bisa ditambah

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, bantuan sosial (bansos) tidak akan terkena dampak efisiensi anggaran yang sedang direncanakan oleh Prabowo.

    Kebijakan penghematan tersebut dipastikan tidak akan menyentuh program-program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

    “Yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial dan lain sebagainya tidak akan ada efisiensi. Malah justru jika dibutuhkan, Presiden akan menambah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangannya, Sabtu (21/03/2026).

    Ipul mengatakan, efisiensi anggaran hanya akan dilakukan terhadap program atau rencana belanja yang masih bisa ditunda.

    Sebaliknya, program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

    Menurut Gus Ipul, biaya-biaya yang bakal dipangkas adalah sektor yang bukan prioritas, seperti anggaran untuk acara seremonial.

    Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang jelas agar efisiensi ini membuat anggaran negara lebih tepat sasaran.

    “Efisiensi itu pada dasarnya untuk hal-hal yang masih bisa ditunda. Tetapi yang menyangkut kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada efisiensi,” lanjut Ipul.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi global yang dinamis.

    Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Ia menegaskan bahwa bansos tetap menjadi instrumen penting negara dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

    Pemerintah berkomitmen melanjutkan program prioritas yang selama ini terbukti berdampak positif.

    “Bansos tetap menjadi instrumen penting negara dalam menjaga daya tahan masyarakat, terutama bagi warga yang paling membutuhkan,” tegas Ipul.

    Ia memastikan kebijakan pemerintah akan terus mengedepankan kepentingan rakyat kecil sembari melakukan penataan anggaran agar lebih efektif dan efisien di sektor-sektor non-dasar lainnya.

    (Serambinews/TribunTrends)


    Komentar
    Additional JS