0
News
    Home Berita Featured Kanker Ginjal Kesehatan Spesial Vidi Aldiano

    Mengenal Efek Kemoterapi Kanker Ginjal, Sempat Vidi Aldiano Ingin Stop sebelum Meninggal Dunia - Tribunnews

    10 min read

     

    Mengenal Efek Kemoterapi Kanker Ginjal, Sempat Vidi Aldiano Ingin Stop sebelum Meninggal Dunia

    Mengenal efek kemoterapi, yang sempat ingin disetop oleh Vidi Aldiano dalam pengobatan kanker ginjal yang dideritanya sebelum meninggal dunia.

    Ringkasan Berita:
    • Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sore setelah kurang lebih enam tahun berjuang melawan penyakit kanker ginjal.
    • Ia terdeteksi mengidap kanker ginjal pada 2019, dan sempat mengutarakan keinginannya untuk berhenti menjalani kemoterapi pada 2025.
    • Mengenal secara umum, apa saja efek kemoterapi.

    TRIBUNNEWS.COM - Mengenal efek kemoterapi, yang sempat ingin disetop oleh Vidi Aldiano dalam pengobatan kanker ginjal yang dideritanya sebelum meninggal dunia.

    Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air.

    Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sore atau hanya 22 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-36 dan sejatinya jatuh pada 29 Maret 2026 mendatang.

    Pria bernama lengkap Oxavia Aldiano tersebut mengembuskan nafas terakhirnya setelah kurang lebih enam tahun berjuang melawan penyakit kanker ginjal.

    Kabar meninggalnya suami aktris Sheila Dara Aisha dibagikan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada awak media yang menyebut bahwa Vidi berpulang pada pukul 16.33 WIB.

    "Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO" demikian bunyi pesan tersebut.

    Dalam kabar tersebut, disebutkan pula bahwa Vidi telah meninggal dunia dengan didampingi oleh keluarga besar yang menyayangi sekaligus mengikhlaskan kepergiannya.

    "Vidi wafat di dampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak," lanjut pesan tersebut.

    Terdeteksi Kanker Ginjal pada 2019, Sempat Ingin Stop Kemoterapi pada 2025

    Diketahui, Vidi Aldiano terdeteksi mengidap kanker ginjal pada 2019 silam.

    Lalu, ia sempat menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjalnya di Singapura pada 13 Desember 2019.

    Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia setelah 6 Tahun Lawan Penyakit Kanker, Melly Goeslaw: Ga Sakit Lagi

    Empat tahun kemudian, atau pada September 2023, Vidi mengabarkan melalui akun media sosial Instagram @vidialdiano bahwa kankernya telah mengalami metastasis atau menyebar ke beberapa bagian tubuh. 

    Kondisi ini mengharuskan Vidi rutin berobat ke rumah sakit setiap tiga minggu sekali.

    Sebagai pasien kanker, salah satu rangkaian panjang dari usaha yang dijalani Vidi untuk sembuh adalah kemoterapi, sebuah metode pengobatan kanker menggunakan obat-obatan kimia kuat untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker yang cepat membelah.

    Namun, dalam sebuah unggahan di Instagram pada 13 Februari 2025 lalu, Vidi Aldiano sempat mengutarakan keinginannya untuk berhenti menjalani kemoterapi.

    “Jadi 2025 ini ada kemungkinan gue juga harus berhenti kemo gue karena sudah terlalu lama," kata Vidi

    "Karena it's been too long. Dan kalau pun gue lanjutkan, mungkin akan ada side effects yang lebih parah di badan gue. Jadi itu salah satu yang bikin gue pikirin juga. Terlalu banyak what if, what if yang muncul di kepala gue."

    Ia mengaku mulai merasa lelah secara mental setelah lima tahun berjuang. Menurutnya, tahun 2025 menjadi tahun yang berat untuk memproses semua yang dia alami dengan penyakitnya.

    “Pada saat yang sama, sebenarnya gue bersyukur sekali Tuhan masih memberikan waktu gitu untuk gue bisa terus berjuang. Tapi di satu sisi juga sudah 5 tahun juga, ini perjuangan belum berakhir gitu,” ujar Vidi.

    “Jadi kadang-kadang mental juga kena, terutama awal tahun ini sampai hari ini pun pikiran gue banyak sekali mengalami kekalahan gitu."

    Vidi juga mengatakan, ia mengalami stres karena hal-hal lain. Padahal, kata dokter, ia tidak boleh stres.

    "So apa pun stres yang ada di hidup gue itu sebaiknya, katanya, harusnya dihilangkan. Tapi kan you know, it's not, you know hidup itu kan enggak kayak gitu ya. Kayak pasti hidup itu pasti ada stres-nya gitu," tutur Vidi.

    Vidi saat itu mengatakan, ia pun sedang mencoba mengatur stres yang dia rasakan agar kondisinya lebih baik. 

    "Tapi penyakit gue ini kalau misalnya stres-nya itu tinggi, inflamasinya pun tinggi. Jadi agak-agak lumayan bingung, hidup enggak ada stres gimana ya, guys gitu. Si Vidi ini masih mencari cara untuk terus bisa me-manage stres," pungkas Vidi.

    Efek Kemoterapi Pengobatan Kanker Ginjal

    Rangkaian obat yang panjang memang membuat kemoterapi sering kali terasa sangat melelahkan dan juga memengaruhi kondisi fisik dan mental penderita kanker.

    Ada beberapa efek samping kemoterapi untuk kanker ginjal.

    Dikutip dari laman Healthlinekemoterapi tidak hanya memengaruhi sel-sel kanker, tetapi juga bisa memengaruhi sel-sel sehat yang tumbuh dan membelah lebih cepat daripada jenis sel lainnya.

    Sel sehat yang dimaksud meliputi sel-sel di folikel rambut, mulut dan saluran pencernaan, dan sumsum tulang.

    Ini berarti, kemoterapi dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti:

    • kerontokan rambut
    • sariawan
    • penurunan nafsu makan
    • mual atau muntah
    • diare
    • sembelit
    • anemia
    • infeksi yang lebih sering
    • memar atau berdarah lebih mudah

    Secara umum, sebagian besar efek samping ini dapat hilang setelah pasien kanker ginjal menyelesaikan perawatan kemoterapi.

    Namun, perlu diketahui pula, bahwa kemoterapi dapat memiliki efek jangka panjang pada tubuh pasien.

    Beberapa obat kemoterapi telah dikaitkan dengan efek samping jangka panjang yang dapat berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau seumur hidup. 

    Contohnya meliputi:

    • penurunan kesuburan
    • gangguan pendengaran
    • osteoporosis
    • kerusakan saraf, yang dapat menyebabkan rasa sakit atau mati rasa dan kesemutan
    • kerusakan pada ginjal, jantung, atau paru-paru
    • masalah konsentrasi dan daya ingat, yang sering disebut "otak kemoterapi"
    • perkembangan kanker kedua

    Meski begitu, efek samping kemoterapi bervariasi dari pasien yang satu dengan pasien yang lain, serta juga bergantung pada faktor-faktor seperti:

    (Tribunnews.com/Rizki A.)

    P
    Komentar
    Additional JS