0
News
    Home Berita Featured Mensesneg Pelabuhan Gilimanuk Spesial

    Mensesneg Minta Maaf Pelabuhan Gilimanuk Macet hingga 32 Km: Petugas Cari Solusi - LIPUTAN6

    5 min read

     

    Mensesneg Minta Maaf Pelabuhan Gilimanuk Macet hingga 32 Km: Petugas Cari Solusi

    Mensesneg mengatakan para petugas di lapangan bekerja keras mencari solusi untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan antrean.

    Antrean kendaraan yang hendak masuk ke Kepal di Pelabuhan Gilimanuk Bali (Istimewa)

    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi meminta maaf soal terjadinya kemacetan parah sepanjang 32 kilometer di jalur Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Minggu, 15 Mei 2026. Prasetyo mengatakan para petugas di lapangan bekerja keras mencari solusi untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan antrean.

    "Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

    "Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," sambungnya.

    Dia memastikan pemerintah bekerja keras untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh kegiatan mudik atau pulang kampung dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    WFA Bantu Urai Kemacetan

    Prasetyo juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memanfaatkan masa liburan dan work from anywhere (WFA) ini dengan mudik ke kampung halaman. Hal ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan kepadatan lalu lintas.

    "Kemudian juga tentunya kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan antara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras," ujarnya.

    Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah meminta semua kementerian/lembaga terkait, termasuk TNI untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki untuk kelancaran arus mudik Lebaran.

    "Termasuk (menyiapkan) kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing," tutur Prasetyo.

    Antrean Mengular di Gilimanuk

    Lonjakan drastis arus pemudik dari Bali menuju Jawa memaksa PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengambil langkah darurat. Guna memangkas antrean yang mengular hingga puluhan kilometer, ASDP resmi memberlakukan skema tiba bongkar berangkat secara masif di lintas penyeberangan Gilimanuk–Ketapang.

    Hingga Minggu (15/3/2026), ASDP telah mengerahkan 11 armada kapal khusus untuk menjalankan skema TBB dari total 35 kapal yang beroperasi. Dalam pola ini, kapal yang bersandar di Pelabuhan Ketapang hanya menurunkan penumpang dan kendaraan, lalu langsung bertolak kembali ke Gilimanuk tanpa mengisi muatan di Ketapang.

    "Kami prioritaskan kecepatan perputaran kapal. Begitu tiba di Ketapang, langsung bongkar dan segera balik ke Gilimanuk untuk menjemput antrean kendaraan yang kian panjang," tegas General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko.

    Data menunjukkan tekanan arus mudik tahun ini jauh melampaui angka tahun lalu. Beberapa poin krusial terkait lonjakan ini antara lain, total penumpang lebih dari 200.000 orang telah menyebrang sejak H-10.

    Terjadi kenaikan tajam sebesar 32 persen pada volume sepeda motor dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan kecil mengalami kenaikan sebesar 11 persen.

    "Sejak Minggu dini hari, kemacetan di Gilimanuk didominasi kendaraan roda dua yang ekor antreannya mencapai puluhan kilometer," tambahnya.

    Kondisi ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada 17 Maret 2026. Hal ini dipicu oleh rencana penutupan total operasional penyeberangan pada 17-20 Maret dalam rangka menghormati Hari Raya Nyepi di Bali.


    Komentar
    Additional JS