0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan - inews

    3 min read

      

    Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan


    Enam negara Arab mengultimatum Iran menghentikan serangan ke wilayah mereka. (Foto: AP)

    KAIRO, iNews.id - Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia dilaporkan marah dan kecewa kepada Washington setelah wilayah mereka dihujani drone dan rudal Iran. Mereka mengaku tidak diberi peringatan sebelumnya mengenai serangan AS dan Israel ke yang memicu balasan besar-besaran tersebut.

    Pejabat dari dua negara Teluk menilai, pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memberi waktu bagi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi gempuran drone dan rudal Iran, sebagai balasan atas serangan yang diluncurkan AS dan Israel. Bahkan, menurut mereka, Washington juga mengabaikan peringatan bahwa perang terhadap Iran memiliki konsekuensi yang menghancurkan dan berdampak besar bagi seluruh kawasan.

    Seorang pejabat Teluk mengatakan, negara-negara Teluk merasa frustrasi dan marah karena militer Amerika dianggap lebih fokus melindungi Israel serta pasukan AS dan tidak cukup membela mereka. Negara-negara Teluk harus menghadapi serangan balasan Iran sendiri.

    "Persediaan rudal pencegat kami berkurang dengan cepat," kata pejabat tersebut, dilansir dari AP, Jumat (6/3/2026).

    Para pejabat negara-negara Teluk berbicara secara anonim karena membahas masalah diplomatik rahasia.

    Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain tidak menanggapi permintaan komentar atas pernyatan ini.

    Sementara Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly membantah kritik tersebut. Dia mengatakan serangan balasan Iran telah menurun drastis setelah operasi militer Amerika.

    Menurutnya, serangan rudal balistik Iran telah turun hingga 90 persen karena operasi militer AS yang disebut Operation Epic Fury, berhasil menghancurkan kemampuan Iran meluncurkan atau memproduksi senjata tersebut.

    Sejak perang dimulai, Iran dilaporkan menembakkan sedikitnya 380 rudal dan lebih dari 1.480 drone ke lima negara Arab Teluk. Serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang, menurut data yang dihimpun dari berbagai pernyataan resmi.

    Korban juga jatuh dari pihak Amerika. Enam tentara AS tewas di Kuwait setelah serangan drone Iran menghantam pusat operasi di sebuah pelabuhan sipil, sekitar 16 kilometer dari pangkalan militer utama.

     
    Komentar
    Additional JS