PBB Desak Penyelidikan Segera atas Tragedi Minab yang Tewaskan Ratusan Siswi SD di Iran - Kompas TV
JENEWA, KOMPAS.TV - Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk Volker Turk mendesak penyelidikan segera atas serangan udara yang menghancurkan sekolah dasar khusus putri di Minab, Iran.
Turk menyatakan tragedi ini harus ditindaklanjuti dengan investigasi yang transparan dan imparsial.
Volker Turk pun menyinggung pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mengaku telah meluncurkan investigasi atas insiden tersebut.
Turk meminta AS segera merilis hasil investigasi yang dilakukan.
"Apa yang kami minta adalah investigasi yang segera, transparan, dan imparsial, yang mana kami tahu AS telah mengumumkannya," kata Volker Turk di Jenewa, Swiss, Jumat (6/3/2026).
Petinggi PBB tersebut menekankan tragedi yang merenggut nyawa ratusan anak-anak sekolah dasar itu tidak boleh dibiarkan tanpa akuntabilitas.
Baca Juga: Qatar Ungkap Perang di Iran Bisa Jatuhkan Ekonomi Dunia, Produksi Minyak di Teluk Berpotensi Disetop
"Kita membutuhkan ini (investigasi) sesegera mungkin dan memastikan ada akuntabilitas dan juga ganti rugi untuk para korban," kata Volker Turk dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengeklaim pihaknya telah meluncurkan investigasi atas pengeboman di Minab.
Pejabat AS telah mengakui serangan di sekolah dasar tersebut kemungkinan diluncurkan AS.
Namun, penyelidikan AS atas insiden tersebut dilaporkan belum mencapai kesimpulan akhir.
Serangan udara yang menghancurkan sekolah dasar di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, terjadi pada Sabtu (28/2) lalu atau hari pertama serangan AS-Israel ke Iran.
Serangan ini dilaporkan membunuh sekitar 175 orang, kebanyakan adalah siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah dasar khusus putri tersebut.
Baca Juga: Peneliti BRIN Minta Pemerintah Lebih Tegas Sikapi Perang AS-Israel di Iran