Pejabat Intelijen Gedung Putih Sebut AS dan Israel Punya Tujuan Perang Berbeda di Iran - Kompas TV
Pejabat Intelijen Gedung Putih Sebut AS dan Israel Punya Tujuan Perang Berbeda di Iran
Kompas.tv - 20 Maret 2026, 00:11 WIB
WASHINGTON, KOMPAS.TV - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Tulsi Gabbard mengungkapkan, tujuan perang AS dan Israel di Iran berbeda.
Hal tersebut disampaikan Tulsi Gabbard dalam pertemuan dengan Komite Intelijen di DPR AS, Kamis (19/3/2026).
"Tujuan yang disampaikan presiden berbeda dengan tujuan yang disampaikan oleh pemerintah Israel," kata Tulsi Gabbard dikutip Al Jazeera, Kamis (19/3/2026).
Gabbard menyatakan, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa tujuan Washington adalah melumpuhkan kapabilitas rudal balistik Iran.
Sedangkan Tel Aviv bertujuan untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran.
Baca Juga: Putin Bereaksi Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas Terbunuh, Kremlin Kutuk Ulah AS-Israel
"Kami bisa melihat melalui operasi merka bahwa pemerintah Israel berfokus untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran," kata Tulsi Gabbard.
"Presiden (Trump) menyatakan bahwa tujuannya adalah menghancurkan kapabilitas peluncuran rudal balistik Iran, produksi rudal balistik mereka, serta Angkatan Laut mereka," kata Tulsi Gabbard.
AS dan Israel memulai perang di Iran melalui operasi gabungan pada 28 Februari 2026 lalu.
Serangan gabungan AS-Israel tersebut membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke Israel serta negara-negara sekutu AS di Timur Tengah.
Eskalasi perang belakangan ini semakin memanas usai Israel menggempur ladang gas Iran di kawasan Pars Selatan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan balasan ke fasilitas energi di Teluk Arab. Pada Kamis (19/3), Iran dilaporkan ladang gas utama di Qatar.
Baca Juga: Iran Biarkan Kapal Tanker Sejumlah Negara Lewat Selat Hormuz, Indonesia Termasuk?
Sumber : Kompas TV