0
News
    Home Berita Featured Rusia Spesial

    Pemerintah Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia - Kompas

    5 min read

     

    Pemerintah Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia



    Yohana Artha Uly,
    Erlangga Djumena

    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah membuka peluang impor minyak dari berbagai negara di luar Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS), termasuk Rusia.

    Menurutnya, pemerintah tidak membatasi asal negara impor selama pasokan tersedia dan harga yang ditawarkan kompetitif.

    Langkah ini untuk mendukung terjaganya pasokan energi nasional.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

    Baca juga: Bahlil Sebut Ada Perkembangan Positif di Selat Hormuz: Buka-Tutup, Tapi Tidak Berlaku Buat AS-Israel

    Ia pun menegaskan, peluang kerja sama dengan Rusia terbuka lebar, terlebih sejumlah negara, termasuk AS, telah lebih dulu membuka potensi memasok energi dari negara tersebut.

    Gedung Putih: Militer AS Punya Strategi Rahasia untuk Buka Selat Hormuz

    "Ya kenapa tidak? Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia," kata Bahlil.

    Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memang mengatakan bahwa pemerintah membuka peluang untuk mengalihkan sumber impor minyak dari Timur Tengah ke Rusia, jika memang ada pelonggaran sanksi global terhadap negara tersebut.

    Namun, keputusan terkait impor tersebut sepenuhnya berada di PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan migas pelat merah.

    Hal ini tetap dengan mempertimbangkan faktor keuntungan bisnis.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Itu kan keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih membutuhkan, sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan itu prosesnya," ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

    Adapun peralihan impor ke Rusia tersebut sebagai respons masih memanasnya konflik antara AS dan Israel dengan Iran di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya pasokan minyak global.

    Kendati begitu, Yuliot menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum melakukan kajian khusus maupun koordinasi teknis terkait opsi mengimpor minyak dari Rusia.

    "Belum ada (kajian)," kata dia.

    Baca juga: Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Harga Tak Naik hingga Lebaran

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS