0
News
    Home Amerika Serikat Bahlil Lahadalia Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Bahlil Sebut Ada Perkembangan Positif di Selat Hormuz: Buka-Tutup, Tapi Tidak Berlaku Buat AS-Israel - SindoNews

    5 min read

     

    Bahlil Sebut Ada Perkembangan Positif di Selat Hormuz: Buka-Tutup, Tapi Tidak Berlaku Buat AS-Israel

    Yohana Artha Uly,
    Erlangga Djumena

    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lahadalia menyebut ada perkembangan positif pada Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

    Iran kini mulai mengizinkan kapal-kapal tanker melewati wilayah itu.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Alhamdulillah, kita sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang, belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai. Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

    Iran sempat memblokade Selat Hormuz akibat eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang membuat jalur pelayaran tidak aman bagi kapal-kapal komersial untuk lewat dari wilayah itu.

    Ditutup Iran untuk Latihan Militer, Selat Hormuz Milik Siapa?

    Baca juga: Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Harga Tak Naik hingga Lebaran

    Alhasil kapal-kapal tanker yang membawa minyak dan gas (migas) milik berbagai negara menjadi tertahan.

    Kondisi ini menimbulkan terganggunya pasokan energi global, serta melonjaknya harga minyak.

    Namun, Bahlil menyebut, akses di selat strategis tersebut kini mulai dilonggarkan Iran dengan penerapan pengaturan lalu lintas kapal secara bertahap.

    Baca juga: Masih Ada Warga yang Panic Buying BBM, Ini Kata Bahlil

    Kapal-kapal pun sudah mulai bisa lewat, namun dikecualikan untuk kapal berbendera Israel dan AS.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," ucapnya.

    Adapun saat ini masih terdapat dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Teluk Arab.

    Baca juga: Bahlil Tengah Kaji Kebijakan untuk Menghemat BBM

    Keduanya yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

    Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sedangkan, VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

    Bahlil bilang, saat ini pemerintah bersama Pertamina masih terus bernegosiasi dengan pemerintah Iran agar kedua kapal tersebut bisa melewati Selat Hormuz.

    "Masih negosiasi sekarang. Kan ini kan antrean panjang. Lagi dalam negosiasi, ya. Kasih kami waktu, masih negosiasi," ungkap Bahlil.

    Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun 3 Persen, tapi Kapal Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS