Penampakan Rudal AS yang Keok Berhasil Dihalau Pencegatan Iran - Wartakotalive
Penampakan Rudal AS yang Keok Berhasil Dihalau Pencegatan Iran
Iran membagikan rudal Amerika Serikat (AS) yang keok dibantai oleh pencegat milik IRGC di Provinsi Markazi, Iran.
WARTAKOTALIVE.COM - Iran membagikan foto rudal Amerika Serikat (AS) yang keok dibantai oleh pencegat milik IRGC di Provinsi Markazi, Iran.
Penampakan rudal jelajah canggih milik AS yang berhasil dicegat dan dihancurkan pasukan tentara Iran IRGC itu dibagikan media nasional Iran Press Tv pada Rabu (25/3/2026).
Terlihat Rudal jelajah siluman JASSM milik AS itu hancur lebur usai menghantam sistem pertahanan Iran.
“Jaringan pertahanan udara terpadu Iran telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal jelajah canggih AS di langit dekat Teheran serta wilayah udara di atas Provinsi Markazi,” tulis Press Tv.
Disebutkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membuat pengumuman tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu tentang keberhasilan pencegatan rudal canggih milik AS di tengah langkah-langkah defensif dan pembalasan yang sedang dilakukan Republik Islam.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Humas Korps tersebut mencatat bahwa dalam beberapa jam terakhir, sistem pertahanan udara IRGC canggih yang beroperasi di bawah jaringan pertahanan udara nasional terpadu berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal jelajah AGM-158 di sekitar Teheran.
AGM-158 (JASSM – Joint Air-to-Surface Standoff Missile) adalah rudal jelajah jarak jauh dan siluman yang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Udara AS.
Rudal ini dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara canggih dan telah digunakan sebagai senjata utama selama agresi ilegal.
Dalam operasi terpisah, unit pertahanan udara IRGC melacak dan menghancurkan satu rudal jelajah AGM-158 di atas Provinsi Markazi di Iran tengah.
Angkatan Bersenjata Iran telah menyerang setidaknya enam pesawat tempur musuh dan menembak jatuh sekitar 200 drone dan rudal jelajah sejak dimulainya agresi.
Dimuat situs missilethreat JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile) adalah rudal jelajah serang darat konvensional, siluman, yang diluncurkan dari udara, dirancang untuk Angkatan Udara AS dan mitra internasional.
Versi jangkauan diperpanjang, AGM-158B JASSM-ER, dikembangkan bersamaan dengan varian standar, dan mulai beroperasi pada tahun 2014.
Baca juga: India Mulai "Panic Buying" Beli BBM Usai 3 Minggu Perang Iran
Adapun rudal tersebut memiliki panjang 4,27 meter dengan lebar sayap 2,4 meter dan berat 1.021 kg.
Rudal tersebut memiliki jangkauan 370 km (AGM-158A), 1.000 km (AGM-158B), dan 1.800 km (AGM-158D).
Pembuatan dan produksi JASSM dimulai pada tahun 1998 dan Angkatan Udara mensertifikasinya beroperasi pada tahun 2003.
JASSM-ER pertama kali diuji pada tahun 2006, dan pengiriman rudal pertama ke USAF dilakukan pada Maret 2014.
JASSM menggunakan rangka pesawat berprofil rendah yang dirancang untuk mengalahkan berbagai target, termasuk pertahanan udara musuh.
Rangka pesawat berprofil rendah rudal ini sangat penting mengingat proliferasi sistem pertahanan udara canggih seperti S-300 (dan varian yang lebih baru).
Pada tahun 2018, USAF memulai pengembangan varian yang lebih canggih yang diberi nama AGM-158D.
Dikenal sebagai JASSM-XR, atau "Jangkauan Ekstrem," rudal ini dapat menjangkau jarak sekitar 1.800 km.
Angkatan Udara AS (USAF) telah membeli lebih dari 2.000 JASSM dan berencana untuk membeli sebanyak 10.000 unit.
Di luar Amerika Serikat, Australia, Finlandia, Belanda, dan Polandia telah mengerahkan atau sedang dalam kontrak untuk mengerahkan JASSM.
Pada Juni 2017, Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 10 Rudal Jarak Jauh Udara-ke-Permukaan Gabungan (JASSM) ke Korea Selatan untuk digunakan oleh pesawat tempur F-16 Angkatan Udara AS.
Pada April 2018, Amerika Serikat menggunakan JASSM dalam pertempuran untuk pertama kalinya, menargetkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Barzah di Suriah, yang memproduksi senjata kimia untuk pemerintah Assad. Serangan itu mencakup 19 rudal JASSM-A.
Pada Oktober 2019, Amerika Serikat menembakkan beberapa rudal JASSM-ER ke tempat persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, sebagai bagian dari serangan besar-besaran untuk melumpuhkannya.