0
News
    Home BBM Berita Featured Spesial WFH

    Pengamat: Pemerintah Jangan Berharap Banyak WFH Bisa Menghemat BBM - Kompas TV

    4 min read

     

    Pengamat: Pemerintah Jangan Berharap Banyak WFH Bisa Menghemat BBM

    Petugas SPBU di Bengkulu melayani pengisian BBM kepada pengendara. (Sumber: Dok. Pertamina)

    JAKARTA, KOMPAS.TV- Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengatakan, pemerintah sebaiknnya tidak berharap banyak dari penerapan Work From Home (WFH) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Swasta untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) dampak perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

    Hal tersebut disampaikan oleh Fahmi Radhi dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Rabu (25/3/2026).

    “Saya sebenarnya appreciate juga ya pemerintah menjajaki penerapan Work From Home, tapi jangan kemudian berharap banyak dari Work From Home itu bisa menghemat energi,” ucap Fahmi.

    Fahmi mengatakan, penerapan Work From Home untuk menghemat BBM dampak perang berbeda dengan saat pandemi Covid-19. Ketika Covid-19, Work From Home berhasil diterapkan karena ada wabah yang mengancam keselamatan jika masyarakat keluar rumah.

    Baca Juga: Puncak Arus Balik 2026, Kalikangkung hingga Cikatama Satu Arah Mulai Hari Ini

    “Kalau saat pandemi itu berhasil, itu ada variable memaksa, takut tertular, nah kalau sekarang kan tidak,” kata Fahmi.

    Menurut Fahmi, pekerja justru mengalami mobilitas yang tinggi jika WHF 1 hari dalam sepekan diterapkan pada hari Jumat.

    “Ini malah justru long weekend tadi, meningkatkan mobilitas mereka berkendaraan, akhirnya konsumsi BBM-nya malah meningkat,” ujar Fahmi.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global pada sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kebijakan WFH akan diterapkan setelah Lebaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta. Dalam penerapannya, kata Airlangga, WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan.

    Baca Juga: PT Jasamarga Transjawa Tol Tutup Sementara Rest Area KM 52B Jakarta-Cikampek

     

     


    Komentar
    Additional JS